Kondisi Hutan Kalimantan Sebelum dan Sesudah Terbakar - Reservasi Travel Blog

Kondisi Hutan Kalimantan Sebelum dan Sesudah Terbakar

Travel News411
Kondisi Hutan Kalimantan Sebelum dan Sesudah Terbakar

Travel Blog Reservasi – Menurut pantauan satelit Terra dan Aqua milik The National Aeronautics and Space Administration (NASA), Amerika Serikat, kebakaran hutan di Kalimantan masih berlangsung setidaknya terlihat dari potret satelit yang diambil pada tanggal 19 Oktober 2015. Kebakaran tersebut menimbulkan asap yang sangat pekat. Beberapa spot yang diduga menjadi sumber api masih banyak terlihat dan menyebar secara merata dari satu titik ke titik yang lain dan sangat rapat.

Hasilnya, asap pekat menggunung menutupi pulau dan membuat kualitas udara semakin berbahaya bagi kesehatan. Dampaknya bukan hanya Indonesia yang terkena, tetapi juga beberapa negara tetangga terkena kiriman asap tebal ini.

borneo_amo_2015292
Asap Tebal (Sumber )

Kebakaran hutan di Kalimantan selalu terjadi setiap tahunnya. Rata-rata kebakaran hutan di Kalimantan terjadi antara bulan September dan Oktober. Karena pengaruh fenomena cuaca El-Nino, menyebabkan kebakaran hutan Kalimantan sangat hebat karena hampir seluruh daratan kering. Penyebab utamanya adalah pembakaran yang disengaja oleh manusia. Tujuannya untuk membersihkan lahan agar bisa ditanami untuk lahan perkebunan.

Cara pembakaran hutan dipilih karena merupakan metode yang sederhana dan mudah. Manusia hanya tinggal membakar dan menunggu semua hutan habis, tidak perlu menebang atau mengeluarkan biaya untuk menyewa alat berat, kemudian setelah semua rata, lalu ditanami dengan tanaman seperti kelapa sawit. Selain murah dan mudah, cara tersebut juga diduga kuat untuk meningkatkan harga jual lahan karena sudah bersih dan siap untuk digunakan.

Menurut NASA, kebakaran yang terjadi di Kalimantan didominasi oleh daratan yang bergambut. Kebakaran lahan gambut inilah yang sangat sulit dipadamkan, karena api biasanya juga timbul dibawah permukaan lahan gambut yang telah terbakar. Meskipun diatas permukaan sudah padam, namun dibawah permukaan masih membara. Itulah sebabnya perlu usaha lebih dalam memadamkan api.

Kebakaran lahan gambut sangat berbahaya bukan hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesehatan manusia. Lahan gambut yang terbakar mengeluarkan tiga kali lipat karbon monoksida dan sepuluh kali lipat metana sama halnya seperti padang rumput luas yang terbakar. Menurut Guido van der Werf dari Vrije Universiteit Amsterdam, kebakaran yang terjadi di Indonesia diperkirakan telah mengeluarkan 1.1 milyar ton karbon dioksida. Hitungan tersebut melebihi rata-rata emisi di Jerman pada setiap tahunnya.

Lalu bagaimana kini kondisi hutan Kalimantan?

Berikut adalah illustrasinya bagaimana kondisi hutan Kalimantan yang tadinya ijo royo-royo namun seketika mati dan menghitam.

palmoilpledge-id_
Hutan Kalimantan (sumber )
wannahavescom
Hutan Kalimantan (sumber )
78kebakaranhutan1blog-act_-id_
kebakaran hutan Kalimantan (sumber)

Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka kerugian besar buat Indonesia. Ancaman pembalakan liar dan kebakaran hutan semakin nyata akan menggerus kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Sudah cukup banyak korban manusia, hewan, dan beragam tumbuhan yang harus punah karena kebakaran.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

dzulfikar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *