Catat 12 Festival Budaya di Indonesia Tahun 2017 - Reservasi Travel Blog

Catat 12 Festival Budaya di Indonesia Tahun 2017

Travel Destinations4.9K
Catat 12 Festival Budaya di Indonesia Tahun 2017 Sahat Sibarani / Shutterstock.com

Februari – Festival Bau Nyale Putri Mandalika, Kuta, Lombok (10-15 Februari 2017)

Bau Nyale Mandalika Lombok
Festival Bau Nyale Lombok (thelangkahtravel.com)

Festival Bau Nyale merupakan salah satu festival tahunan yang rutin digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Festival Bau Nyale biasanya diselenggarakan di hari ke-20 pada bulan ke-10 berdasarkan penghitungan bulan dalam penanggalan tradisional Suku Sasak.

Menurut bahasa Suku Sasak Lombok, kata “Bau” bermakna “menangkap” sedangkan kata “Nyale” adalah sebutan untuk cacing laut yang hanya muncul ke permukaan pantai sekali dalam setahun. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa Festival Bau Nyale identik dengan menangkap cacing bersama di sepanjang pantai Lombok.

Festival Bau Nyale merupakan salah satu festival tertua di Lombok yang sangat unik dan sayang jika dilewatkan. Festival Bau Nyale juga merupakan simbol dari rasa syukur warga Lombok yang kemudian digelar dalam bentuk pesta rakyat.

Berdasarkan sejarahnya, Festival Bau Nyale memiliki hubungan yang erat dengan cerita rakyat Putri Mandalika. Konon, pada saat itu, Putri Mandalika diperebutkan oleh beberapa pangeran yang berasal dari berbagai kerajaan. Putri Mandalika adalah seorang putri yang cantik jelita dan berbudi pekerti luhur. Hal inilah yang kemudian membuat Putri Mandalika menjadi sosok wanita idaman para pangeran.

Sayangnya, Putri Mandalika justru malah mengorbankan dirinya sendiri demi mencegah terjadinya konflik dan pertumpahan darah akibat dari para pangeran yang memperebutkan dirinya. Ia memilih untuk menenggelamkan dirinya ke laut. Sejak saat itulah, warga Suku Sasak percaya bahwa cacing laut yang muncul setiap satu tahun sekali itu tidak lain adalah jelmaan Putri Mandalika yang cantik jelita. Hingga kini, setiap tahunnya warga berbondong-bondong menuju pantai untuk ikut parade “Bau Nyale” yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Perayaan Festival Bau Nyale tidak sebatas pada parade menangkap cacing di laut saja, tetapi ada juga berbagai acara tradisi budaya lainnya yang menarik untuk disaksikan secara langsung. Salah satunya adalah pementasan drama kolosal Putri Mandalika, ritual penyambutan Putri Mandalika, kontes pemilihan Putri Mandalika, Gandeng Baleq, Peresean, lomba bersepeda, lomba pacuan kuda, dan masih banyak lagi parade budaya yang lainnya.

Festival Bau Nyale biasanya diselenggarakan di Pantai Seger Desa Kuta, Selong Belanak, Pantai Awang, An, Gerepuk, Mawun, Mawi, Tampah dan juga di sepanjang pesisir pantai lainnya yang ada di Lombok. Garis pantai yang membentang hampir sepanjang 76 kilometer biasanya akan dipenuhi lautan manusia yang turut merayakan Festival Bau Nyale.

Cacing ‘Nyale’ memiliki bentuk yang sama seperti cacing pada umumnya namun memiliki warna yang berbeda. Ada cacing ‘Nyale’ yang berwarna coklat tua dan ada pula yang berwarna hijau tua. Umumnya, cacing ‘Nyale’ yang berhasil ditangkap tidak semuanya diolah untuk dijadikan santapan. Sebagian cacing ‘Nyale’ yang ditangkap juga ditaburkan di tanah demi kesuburan, dijadikan antibiotik, hingga dijadikan bahan obat untuk meningkatkan stamina tubuh.

Cacing ‘Nyale’ dipercaya memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan bahkan lebih tinggi dari telur ayam ataupun susu sapi. Nah, salah satu kuliner berbahan dasar cacing ‘Nyale’ yang patut dicoba adalah pepes nyale. Biasanya, warga Suku Sasak Lombok akan membungkus cacing ‘Nyale’ dengan daun pisang dan kemudian dipanggang. Tak jarang pula, cacing ‘Nyale’ dikeringkan untuk dijadikan bahan rempeyek atau sebagai bumbu penyedap rasa tambahan dalam setiap masakan khas Suku Sasak Lombok.

Meskipun memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, masyarakat Suku Sasak Lombok memiliki kepercayaan lain terkait menjadikan cacing ‘Nyale’ sebagai santapan. Konon, jika menyantap kuliner berbahan dasar cacing ‘Nyale’, bagi yang masih jomblo dipercaya bisa ‘enteng’ jodoh. Bagi kelompok ibu-ibu dan wanita dewasa, jika menyantap cacing ‘Nyale’ dipercaya bisa menjadi semakin awet muda. Sementara itu, bagi pria dewasa, menyantap cacing ‘Nyale’ dipercaya mampu membuat pria dewasa menjadi perkasa dalam urusan ranjang.

Salah satu hal yang harus kalian perhatikan jika berkunjung ke Lombok untuk menyaksikan Festival Bau Nyale adalah biasanya hotel-hotel di sepanjang Pantai Kuta, Lombok, sudah banyak dipesan dari jauh-jauh hari. Bahkan, seminggu sebelum Festival Bau Nyale dimulai, semua hotel biasanya sudah penuh dipesan oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Kalian disarankan untuk sesegera mungkin pesan hotel murah terbaik melalui situs Reservasi.com untuk melihat langsung Festival Bau Nyale yang diperkirakan akan diselenggarakan pada bulan Februari 2017. Next…

Baca juga 10 Destinasi Wisata di Toraja Ini Bikin Makin Cinta Indonesia

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

9 thoughts on “Catat 12 Festival Budaya di Indonesia Tahun 2017

  1. festival takabonerate sulsel min, 25-29 oktober 2017. disubsidi sama pemda setempat. (atol ke 3 terbesar di dunia.)

    1. silakan inbox informasinya ke sosial media kami di facebook. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *