Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru - Reservasi Travel Blog

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

Travel Inspirations353
Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

Travel Blog Reservasi – Dear Travelers… Aku dan Suami hobi banget traveling, enggak sekedar buat liburan dan foto-foto tapi juga menikmati perjalanan untuk mencari inspirasi dalam berkarya.  Bulan madu di Bali menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Museum Bali, Denpasar

Seneng deh soalnya honeymoon pertama pas jadi pengantin baru, kami pergi pake Jeep keliling perkebunan teh Ciwidey. Honeymoon kedua pas ulang tahun pernikahan, kami naik kereta ke Jogja dan kemarin honeymoon ketiga kami naik pesawat ke Bali yeaaay, a very happy our 2nd wedding anniversary…

[Day 1]

Jauh hari kami sudah memesan tiketpesawat dan reservasi hotel supaya lebih aman dan nyaman selama di Bali. Seneng banget deh naik pesawat sama suami, bisa lihat awan dan lampu kota dari pesawat. Kami tiba di Bali pukul 20.00 Wita, terdapat perbedaan waktu satu jam dengan Bandung.

Setelah sampai di terminal kedatangan domestik,  kami segera memesan taksi dan menuju Hotel untuk check in, perut sudah mulai terasa lapar dan kebetulan kami menginap di sekitar Jl. Legian yang sangat strategis. Setelah makan kami mampir dulu Monumen Bom Bali, waktu itu malam minggu jadi situasinya sangat crowded dan agak macet.

Kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Jl. Legian yang sepanjang jalannya terdapat banyak toko souvenir, café, bar dan klub malam. Kemudian kami belok menuju Jl. Pantai Kuta dan kembali ke hotel, kami duduk dulu di pinggir kolam renang sambil menatap langit penuh bintang sebelum ke kamar untuk beristirahat. Kesan pertama di Bali, selain beradaptasi dengan cuacanya, kami juga merasa seperti di luar negeri karena banyak banget wisatawan asing disini.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Monumen Bom Bali

[Day 2]

Pagi itu kami jalan-jalan pagi ke Pantai Kuta, cukup berjalan 10 menit dari Hotel, kami sudah sampai pantai Kuta horeeee sorry ya agak lebay soalnya di Bandung nggak ada pantai, jadi seneng banget nginjek pasir dan main di bibir pantai. Menurutku Pantai Kuta itu mirip Pantai Pangandaran, namun pasir Pantai Kuta lebih terang warnanya dan banyak bule jogging pagi di Kuta.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Pantai Kuta

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

 

Setelah puas main di Pantai Kuta, kami kembali ke Hotel untuk berenang (lagi) kemudian mandi. Setelah sarapan di hotel, kami menyewa sepeda motor yang disediakan pihak hotel. Sekitar pukul 09.00 kami siap berpetualang menuju Bali Selatan yaitu daerah Uluwatu.

Perjalanan dari Kuta menuju Uluwatu menggunakan sepeda motor sekitar 1 jam. Kami sempat nyasar dan meminta bantuan GPS. Untuk menghemat daya baterei Hp, kami jarang buka Hp supaya lebih menikmati suasana Bali. Kami melewati Universitas Udayana yang sejuk membelah perjalanan berbukit, kemudian di sebelah kiri Jl. Raya Uluwatu kami mendapati Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, kami hanya berfoto di depannya saja karena kami merasa berdosa belum sempat mengunjungi Nu Art Gallery di Bandung, tempat workshop GWK Karya Pak Nyoman Nuarta. Mungkin lain waktu kami bisa main kesana.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Berfoto di depan GWK Cultural Park

Setelah melewati GWK, kami melewati Komplek Pecatu dimana terdapat Pantai Dreamland. Tapi sayang, kami belum bisa kesana karena harus melanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Uluwatu. Dengan biaya parkir Rp 1000 dan Tiket Rp 20.000/orang kita seperti berada di ujung dunia.

Sebelum memasuki area Pura Luhur Uluwatu, kami diharuskan memakai Kain bagi yang memakai celana pendek dan selendang bagi yang memakai celana panjang. Terdengar suara petugas yang selalu mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati karena monyet disini agak nakal, untungnya selama perjalanan kami tidak bertemu monyet-monyet itu. Menurutku View Pura Luhur Uluwatu sangat menakjubkan, karena kami bisa melihat Samudera dengan jelas, deburan ombak memecah karang dan suara angin laut yang membuat aku tak berhenti memuji keagungan semesta. Setelah puas berkeliling kami menyempatkan minum kelapa muda di warung sekitar sambil istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
I love the sound of shore
Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Pura Luhur Uluwatu

Tidak jauh dari pintu keluar Pura Uluwatu, di sebelah kiri ada penunjuk jalan menuju pantai Uluwatu, Pantai Padang-padang dan Pantai Suluban atau Blue Point Beach. Kami nyasar ke Pantai Uluwatu, karena tujuannya adalah pantai Padang-padang, jadi kami kembali lagi ke arah pantai padang-padang.

Setelah melewati perjalanan berbukit dan berkelok-kelok akhirnya kami melihat jembatan dengan view pantai yang cantik, Kami membayar tiket sebesar Rp 5000/orang. Untuk menuju pantai Padang-padang, kita harus melewati tangga setapak yang ditutupi batuan karang dan hanya cukup dilewati untuk satu orang, jadi kita harus bergantian melewati tangga tersebut.

Pantai yang terkenal dengan film Hollywood Eat, Pray, Love ini sungguh memukau. Disini 90% pengunjungnya adalah bule, mereka kebanyakan berjemur dan berenang. Kita patut bersyukur tinggal di Negara tropis karena matahari gratis jadi sayang banget kalau jauh-jauh ke Bali cuma buat basahin kaki atau foto selfie doang. Aku enggak bawa baju ganti tapi nekat aja berenang soalnya nggak kuat liat airnya yang biru toska dan pasir putih yang bersih. Satu jam berenang dengan berat hati kita harus kembali ke Hotel.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Pantai Padang-padang

Setelah mandi di hotel, kami jalan-jalan menuju Seminyak. Sepanjang jalan Seminyak berderet toko-toko dan butik yang artistik. Sesampainya di Pantai Seminyak, cuaca yang tadinya terang benderang kini mulai berawan, kami pesimis tidak bisa melihat matahari terbenam. Tadinya kami ingin bersantai di café-café sepanjang pantai Seminyak untuk menantikan the real descendant of the sun (kayak judul Drama Korea ya? lol) tapi karena cuaca kurang bersahabat jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan lagi ke daerah kerobokan. Saat pulang dari kerobokan menuju Kuta, kita 3 kali nyasar selama satu jam, karena hari sudah malam kami memutuskan untuk istirahat di Hotel.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Pantai Seminyak

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

[Day 3]

Happy anniversary…. Sedih juga karena ini hari terakhir kita di Bali, setelah sarapan kami menyewa motor lagi menuju Tanah Lot. Karena jalanan masih sepi jadi jam 10 pagi kita sudah sampai disana, bayar tiketnya Rp 10.000/orang. Dari tiket masuk menuju Pura Tanah Lot cukup jauh, disana juga terdapat Pura-pura seperti Pura Karang Bolong. Komplek Pura Tanah Lot ini tidak kalah indah dengan Pura Luhur Uluwatu. Kebetulan air pantainya sedang surut sehingga kami bisa turun ke pantai dan mengabadikan moment disana.

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru
Pura Tanah Lot

Bulan Madu di Bali, Impian Setiap Pasangan Baru

Setelah puas berkeliling, pukul 12 kami menuju Denpasar untuk bertemu dengan teman Artist yang aku kenal lewat Instagram yaitu Bli Angga. Beliau mengajak kami makan siang di Denpasar dan senengnya lagi kita bisa tukeran karya. Bli Angga menghadiahi kami lukisannya tahun 2014 dan suami memberikan 2 albumnya.

Seneng deh jadi Seniman selalu disambut kalau pergi ke luar kota hihi. Setelah makan, Bli Angga mengajak kami keliling Denpasar. Kami melewati lapangan luas yang hijau dan ternyata itu adalah Monumen Perjuangan Rakyat Bali, setelah itu Bli Angga jadi guide dadakan kami di Museum Bali. Cukup membayar Rp 10.000/orang kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya Bali. Dari kemarin kita hanya wefie akhirnya ada juga yang foto in post wedding kita di gapura bata merah khas Denpasar. Sekali lagi terima kasih ya Bli Angga hehe…

img_0172

Waktu sudah menujukkan pukul 3 sore sehingga kami harus buru-buru ke Kuta untuk mengembalikan motor dan mengambil barang di Hotel. Sedikit nyasar akhirnya satu jam kemudian kami tiba di Hotel, setelah check out dan pamit ke petugas Hotel akhirnya kita menuju ke Bandara untuk pulang ke Bandung.

Bali adalah tempat liburan yang cocok bagi Seniman seperti kami, Orang Bali ramah-ramah, cuacanya nggak sepanas yang dibayangin kok soalnya happy banget. Sensasi nyasar sama Suami itu gokilnya luar biasa. Bisa dibilang Honeymoon kali ini diplesetkan dengan Backpackmoon atau Ranselmoon karena kami sangat simple, nggak bawa koper sama sekali hehe.

Banyak yang bilang 3 hari tidak cukup untuk eksplore Bali, tapi kami berhasil untuk membuat itinerary yang mewakili tempat-tempat ikonik “kami pernah ke Bali”. Apakah kami puas Honeymoon di Bali? Sangat puas. Apakah ingin ke Bali lagi? Mau banget. Tempat yang belum dikunjungi masih banyak yaitu: Pantai Pandawa, Nusa Dua, Pantai Suluban, Pantai Dreamland, Ubud, Bedugul, Kintamani, Nusa Lembongan dan lain-lain. Semoga selalu ada rezeki dan kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia yang luar biasa. Ahh indahnya pacaran setelah menikah…Tunggu Honeymoon kami selanjutnya ya!

kontes-blog-contributor-reservasi-berhadiah-tiket-pesawat

Blog ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Contributor Reservasi.Com #YukBrangkat jangan lupa like Fan Page Facebook Reservasi, Follow Twitter @ReservasiID,  G+ Reservasi Indonesia serta Instagram @ReservasiId untuk info promo liburan seru kamu!

*Disclaimer, Semua konten merupakan tanggung jawab kontributor.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Narisha Zulkarnain

Jangan lupa piknik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *