6 Makam Raja Yang Menarik untuk Dikunjungi - Reservasi Travel Blog

6 Makam Raja Yang Menarik untuk Dikunjungi

Travel Destinations921
6 Makam Raja Yang Menarik untuk Dikunjungi

Travel Blog Reservasi – Wisata sejarah di Indonesia sebetulnya memiliki potensi untuk digali dan dipromosikan. Secara historis Indonesia memiliki kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Singosari, Mataram hingga Padjajaran dan beberapa kerajaan-kerajaan kecil lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Sayangnya memang peninggalan berupa candi, artefak dan situs-situs sejarah masih dianggap sebagai benda sejarah. Padahal memiliki nilai spiritual jika ditelusuri lebih dalam lagi.

Seperti dibeberapa negara Islam, kuburan nabi, kuburan sahabat merupakan salah satu promosi wisata sejarah yang banyak diminati berbagai kalangan khususnya umat Muslim sedunia. Siapa yang tak ingin berziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW. Maka, jika Indonesia bisa melihat potensi wisata dari wisata ziarah ini tentu akan lebih menarik lagi dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pariwisata.

Berikut Travel Blog Reservasi berikan ulasan beberapa makam raja-raja di Indonesia yang bisa kalian kunjungi sebagai permulaan untuk merasakan asyiknya wisata sejarah dengan berziarah.

(Baca Juga Candi Prambanan Dan 6 Candi Lain Di Yogyakarta Yang Bisa Dikunjungi)

1. Pemakaman Raja Banggae dan Hadat

Pemakaman raja ini sangat eksotis karena menghadap langsung ke Teluk Majene. Lokasinya berada di Desa Pang Ali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Pemakaman tua untuk para Raja Royal Banggae dan Hadat beserta keluarganya ini terletak di bukut Ondongan. Inilah bukit tempat peristirahatan terakhir nenek moyang suku Mandar dari Kerajaan Banggae Mejene. Makam yang berada disini hampir seluruhnya memiliki simbol giometris kaligrafi Arab dan memiliki simbol yang menyerupai simbol-simbol di candi yang ada di Pulau Jawa. Dari segi usianya diperkirakan makam ini sudah ada sejak abad ke-16 dan ke-17.

2. Pemakaman Raja Kraton Kasepuhan Cirebon

Pemakaman Raja Kraton Kasepuhan Cirebon ini juga termasuk makam Sunan Gunung Jati, salah satu sunan yang tergabung dalam Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Cirebon, Jawa Barat. Salah satu makam Raja Kraton Kasepuhan Cirebon adalah makam Raja Sulaiman.

Yang menarik adalah makam ini memiliki enam pintu. Pagi para peziarah hanya diizinkan masuk hingga pintu ketiga saja. Sementara yang diizinkan masuk hingga menembus pintu keenam hanyalah keluarga, anak cucu dari para Raja dan Wali, Sunan Gunung Jati. Sekeliling makam dihiasi dengan keramik kuno yang bernilai sejarah. Keramik-keramik tersebut dipercaya didatangkan langsung dari Cina.

3. Pemakaman Kesultanan Demak

Makam Raden Patah berada di dalam kompleks Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. Komplek makam kesultanan Demak atau Bintoro Demak berada di bagian belakang Masjid Agung. Selain Raja Demak Raden Patah, di area pemakaman terdapat pula makam Sultan Demak II Raden Pati Unus dan Sultan Demak III Raden Trenggono.

Tak Berbeda jauh dengan pemakaman kesultanan Cirebon yang berdampingan antara Wali dengan Raja, di pemakaman kesultanan Demak ini terdapat makam Syekh Maulana Maghribi. Syekh Maghribi ini dipercaya sebagai salah satu sunan pertama atau paling senior diantara para Wali yang lain yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Berkat Syekh Maghribi ini pula dipercaya Kerajaan Islam Demak berdiri.

4. Pemakamam Raja Indragiri

Pemakaman yang terletak di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Pekanbaru, ini merupakan pemakaman Raja-Raja Indragiri. Pemakaman ini juga termasuk menjadi situs cagar budaya yang dijaga oleh pemerintah. Selain terdapat makam Raja Indragiri berserta keluarganya, disini juga terdapat makam Raja Narasinga II dan putranya Sultan Usuluddin. Yang menarik terdapat sebuah makam dengan panjang 12 meter yang merupakan makam Palnglima Raja Narasinga II, Andi Sumpu Muhmmad yang berikan gelar Panglima Jukse Besi.

5. Pemakaman Astana Girigondo

Pemakaman ini terletak di bukit Menoreh yang merupakan makam para raja, keluarga dan kerabat dari Pakualaman. Astana Girigondo terletak di Dusun Girigondo, Kulonprogo. Simbol Pakualaman pun tersemat pada makan ini dalam aksara Jawa. Makam ini memiliki enam teras seperti layaknya makam para raja di Jawa Tengah. Karena terletak di perbukitan, pemandangan dan udara di Astana Girigondo sangat menarik dengan udara yang sejuk. Memang cocok untuk tempat peristirahatan.

6. Pemakaman Imogiri Bantul

Komplek pemakaman Imogiri sangat terkenal di Yogyakarta sebagai tempat peristirahatan terakhir Raja Yogyakarta. Lokasinya berada di Dusun Pajimatan Desa Giriloyo, Kecamatan Imogiri, Yogyakarta. Makam yang dibangun pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma sekitar tahun 1632-1940. Makam ini memiliki tiga bagian. Bagian tengah merupakan makam Sultan Agung, sedangkan bagian kedua dan ketiga merupakan bagian dari makam keturunan Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Makam ini sangat unik karena utuk menuju kompleks makam, kalian harus meyusuri 400 anak tangga.

(Baca Juga Pantai Sadeng Yogyakarta Dengan Sejarahnya)

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

dzulfikar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *