10 Modus Penipuan di Bali yang Perlu Kamu Waspadai - Reservasi Travel Blog

10 Modus Penipuan di Bali yang Perlu Kamu Waspadai

Travel Tips192
10 Modus Penipuan di Bali yang Perlu Kamu Waspadai J.Lekavicius (Ilustrasi/shutterstock)

Travel Blog Reservasi – Sebagai salah satu destinasi wisata dunia favorit, Bali memang sangat memikat. Bukan hanya bagi wisatawan saja, tapi juga bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.

Baca Belum Sah ke Bali Kalau Pulang Tanpa 7 Oleh-oleh Ini

Tidak berbeda jauh dengan beberapa tempat wisata di Indonesia maupun di negara lainnya, berwisata ke Bali tetap harus waspada dengan upaya modus penipuan.

Korbannya bukan saja turis asing melainkan juga turis lokal. Inilah potret buram yang membuat wajah dan nama Bali menjadi tercemar di mata turis asing maupun turis lokal.

Berikut adalah beberapa modus penipuan di Bali yang patut kamu waspadai seperti dilansir dari TripSavvy (9/7).

1. Hati-hati saat menukarkan dollar

Money exchange di Bali memang sempat viral di beberapa media sosial karena perilaku curang oknum yang memasukkan kembali selembar atau dua lembar uang yang ditukarkan tanpa diketahui konsumen.

Agar tak berurusan dengan penukaran uang nakal seperti ini lebih baik mencari tempat penukaran uang resmi atau langsung mengambil lewat ATM.

2. Waspada saat memesan ojek online

Ojek online yang sempat ditolak di Bali oleh beberapa angkutan umum konvensional lambat laun sudah mulai diterima masyarakat. Namun, bukan berarti menjadi aman untuk menggunakannya.

Tetap waspada terutama saat naik di beberapa pangkalan ojek atau tempat-tempat yang bisa memicu pertikaian.

Beberapa kasus juga dilaporkan terjadi oknum ojek online minta tips lebih selain dari biaya yang sudah tertera pada aplikasi.

Cara menghindarinya, pastikan kembali apakah ojek online tersebut mau mengantarkan sesuai dengan harga yang tertera pada aplikasi sebelum berangkat.

Penipuan di Bali
Elizaveta-Galitckaia/shutterstock

3. Cari taksi yang punya reputasi baik

Sebagian kecil oknum taksi memang kadang kerap menerapkan argo kuda meskipun masih secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini juga bukan hanya terjadi di Bali tapi di beberapa kota besar di Indonesia bahkan di luar negeri pun akan menghadapi masalah serupa.

Cara terbaik adalah dengan memesan taksi melalui aplikasi dan menyepakati harga sesuai dengan yang tertera pada aplikasi atau menggunakan taksi yang sudah punya nama dan reputasi yang baik dengan argometer yang wajar.

4. Pikirkan baik-baik membeli dari pedagang asongan saat di pantai

Tak usah heran jika banyak pedagang asongan saat berada di pantai. Mereka biasanya menjajakan aneka aksesoris hingga kaus-kaus khas Bali dan oleh-oleh lainnya.

Jika tidak tertarik jangan memberikan harapan palsu. Tolak secara halus atau mencari tempat lain yang lebih nyaman.

Selain harganya belum tentu cocok, kualitas barangnya pun kadang tidak lebih baik dengan yang dijajakan di toko souvenir.

5. Tiket masuk dan pemandu ilegal

Beberapa pura atau tempat wisata pasti memiliki loket resmi. Waspada terhadap pungutan-pungutan tak resmi ketika datang ke Bali.

Selain itu jangan asal menerima pemandu tanpa kejelasan biaya. Jika memang membutuhkan pemandu, cari pemandu resmi dari pengelola. Negosiasi harga bisa dilakukan sebelum mulai berkeliling agar mendapatkan harga yang jelas dan bisa diterima.

6. Hati-hati sewa motor di Bali

Beberapa kasus terjadi oknum pemilik sewa motor “mencuri” motor mereka ketika digunakan oleh konsumen dengan kunci ganda lain. Seolah-olah motor tersebut memang dicuri sehingga penyewa wajib membayar ganti rugi.

Untuk menghindarinya, pilih tempat sewa motor terpercaya di Bali yang menyewakan motor termasuk asuransi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

7. Cari hotel yang dipercaya

Tentu saja kamu bisa mengandalkan review dari pengguna sebelumnya. Atau kamu juga bisa mengandalkan ulasan dari pengguna google sebelum menyewa sebuah kamar di hotel yang ingin dituju.

Cari hotel yang memiliki skor review tinggi agar tidak merasa ditipu dengan harga dan fasilitas yang ditawarkan.

8. Parkir ilegal

Penipuan di Bali
Zeynep-Coskun/shutterstock

Beberapa tempat wisata memberikan harga tiket sudah termasuk harga tiket masuk kendaraan. Jadi, pastikan kembali apakah tiket yang kamu beli sudah termasuk parkir atau belum. Jika sudah, saat keluar kamu hanya tinggal menunjukkan tiket saja tanpa harus membayar parkir kembali.

9. Oknum aparat

Beberapa oknum kadang-kadang masih memanfaatkan kesalahan turis lokal maupun turis asing ketika berkendara.

Oleh karena itu, agar tidak menjadi korban patuhi peraturan dengan menggunakan kelengkapan berkendara misalnya seperti memakai helm dan membawa surat-surat kendaraan dengan lengkap meskipun menggunakan kendaraan sewa.

Jika memang harus ditilang, mintalah surat tilang resmi dan membayar denda di ATM. Jangan mau jika oknum petugas menawarkan untuk titip denda tilang.

Baca Liburan Murah di Bali? Sangat Mungkin! Cek Tempat-Tempat Ini Yuk!

10. Ulah pengemudi sewa mobil

Saat menyewa kendaraan, pikirkan dulu sebelum menyewa kendaraan dengan sopir. Beberapa kasus terjadi, sopir sudah bekerja sama dengan beberapa rumah makan tertentu agar oknum sopir mendapatkan komisi.

Yang terjadi justru konsumen dirugikan karena harga rumah makan melebihi harga normal. Cari tempat sewa mobil yang sudah terpercaya atau mengemudi sendiri.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

dzulfikar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *