Kalian Sering Menginap di Hotel? Pernah Tahu Dengan Sejarah Awal Mula Dari Keberadaan yang Namanya Hotel Ini Gak? - Reservasi Travel Blog

Kalian Sering Menginap di Hotel? Pernah Tahu Dengan Sejarah Awal Mula Dari Keberadaan yang Namanya Hotel Ini Gak?

Travel News713
Kalian Sering Menginap di Hotel? Pernah Tahu Dengan Sejarah Awal Mula Dari Keberadaan yang Namanya Hotel Ini Gak?

Travel Blog Reservasi – Mungkin bisa jadi, sejarah mengenai keberadaan hotel ini kurang menarik, tetapi bukankah dengan mengetahui awal mula dan asal muasalnya kita jadi bisa lebih mengerti arti penting dan proses perubahan sebuah hotel sehingga kita bisa menikmati hotel dengan lebih berarti kan?

Pertama-tama, Sejarah Dunia Perhotelan

Darimanakah asal kata hotel? Pertama-tama mari kita pikirkan apa arti dari hotel. Hotel adalah tempat dimana kita harus membayar/mengeluarkan uang untuk mendapatkan penginapan dan  layanan. Tetapi alas an kenapa harus mengeluarkan uang untuk menginap berawal dari adanya ‘liburan’. Awal mula hotel juga merupakan awal mula dari liburan. Asal muasal hotel adalah berasal dari bahasa latin “Hospitale’ yang berarti ‘asrama untuk para peziarah’.

Liburan di masa itu dibandingkan bertunjuan untuk kesenangan lebih dengan tujuan keagamaan atau bisa juga dianggap untuk hal-hal yang bertujuan serius. Tempat yang ditujukan untuk menjadi tempat beristirahat bagi orang-orang dengan  Perjalanan yang panjang, daerah yang tidak dikenal dan juga tidak cocok dengan makanannya, hal ini juga menjadi asal muasal dari rumah sakit.

Kata hotel sendiri baru benar-benar ada setelah revolusi industri. Dengan berkembangnya dunia secara budaya dan ekonomi, berbagai kota pun bermunculan dan dari situ pertukaran budaya dan perpindahan manusia secara aktif membuat hotel menjadi akomodasi paling penting di kota.

Tempat penginapan jaman dulu dan rumah tua bangsawan tidak bisa mengakomodasi orang-orang yang bermunculan setelah revolusi kereta api dan liburan di abad ke-19. Di Eropa, dengan melihat kesempatan internasional hotel pun berkembang dan di saat itulah kita menyadari simbol dari kemewahan, memulai adanya konsep hotel.

Di antara hotel-hotel yang terkenal di setiap kota, ada juga hotel lama yang berubah menjadi hotel mewah. Cesar Ritz, pendiri hotel-hotel terkenal seperti Ritz Hotel Paris yang dipuji oleh Edward of Wales ke-7, simbol dari New York, Waldorf Astoria dan lain-lain. Dia memiliki nama panggilan “ Hotelier bagi Raja, Raja nya Hotelier”.

Sebagai tambahan, Cesar Ritz adalah orang pertama yang mencetuskan istilah “Tamu adalah raja”, tetapi hal ini memberikan pengaruh negative terhadap budaya Korea akhir-akhir ini. Namun, Cesar Ritz menganggap ini tidak adil karena memang benar banyak raja yang menjadi tamunya.

Lalu, Dalam Sejarah Korea

Dimana kah hotel pertama di korea. Apakah di ibu kota Joseon? Bukan. Jawabannya adalah di Incheon ‘Daebul Hotel’. Alasan berdirinya hotel pertama di Incheon pada tahun 1888 adalah karena lokasinya dekat dengan kota pelabuhan dan ibu kota.

Hal yang tidak bisa dilupakan bila membicarakan tentang sejarah kopi di Korea, wanita Jerman bernama Anoniette Sontag yang juga mendirikan Sontag Hotel pada tahun 1902 di daerah JeongDong. Sontag mengerti bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Rusia dan Korea sehingga ia bertanggung jawab untuk mengurusi orang asing. Dan ia menghancurkan rumahnya lalu membangun hotel  di area tersebut, juga menjadikan lantai satu gedung tersebut sebagai coffee shop “Jeong Dong Club (JuRakBu)”

Di Korea, hotel apakah yang pertama kali bisa disebut hotel mewah? Hotel bintang lima pertama di Korea adalah Chosun Hotel (Seoul Westin Chosun Hotel). Chosun Hotel,gedung lime lantai  berdiri pada tahun 1914 dengan alasan yang sama yaitu berkembangnya jalur kereta api .

Chosun Hotel merayakan ulang tahun ke-100 tahun lalu, dan selama 100 tahun ini Chosun Hotel menyaksikan secara langsung semua momen bersejarah seperti masa pelawanan akan kuasa kolonial Barat, berdirinya Republik Korea dan  perang saudara, Bahkan banyak diplomat dan tamu-tamu negara tinggal di situ dan saat masa perang Korea, hotel ini dijadikan sebagai pos komado militer Amerika Serikat.

Hotel mewah kedua  adalah Bando Hotel (Lotte Hotel Seoul) yang didirikan pada tahun 1938. Sama seperti Hotel Chosun, pada saat itu Hotel Bando berlokasi di tengah politik, ekonomi dan masyarakat Seoul. Sampai 1960, kedua hotel tersebut merupakan tempat penting bagi prajurit Amerika dan UN, diplomat dan para bangsawan Korea untuk bersosialisasi.

Setelah itu untuk beberapa waktu, perkembangan hotel bintang lima terhambat hingga berdirinya Hotel Walkerhill tahun 1963. Hotel Walkerhill berbeda dengan kedua hotel sebelumnya. Hotel Walkerhill merupakan hotel pertama di Korea yang mengusung tema hotel resort ala Amerika dimana terdapat Kasino di dalam hotel tersebut.

Dengan menggunakan model Amerika, ini merubah tren hotel di Korea. Pada saat itu, kebanyakan prajurit Amerika berlibur ke Jepang. Melihat hal ini dan merasa sayang kehilangan kesempatan mendapatkan mata uang asing, akhirnya dibangunlah Hotel Walkerhill.

Menjelang Seoul Olympic pada tahun 1980an merupakan awal mula munculnya hotel berbintang lima di daerah Gangnam. Renaissance Seoul berkonsep mirip dengan hotel bintang lima di GangBuk. Lotte World Hotel yang berlokasi di sekitar Olympic Park berada di dalam kota resort yang dibangung oleh Grup Lotte dan ditujukan bagi wisatawan. Berlawanan dengan itu, Hotel InterContinental terletak di Teheran-Ro yang berada dekat dengan Coex didirikan untuk keperluan bisnis dibandingkan resort.

Pembangunan hotel berbintang lima di Gangnam baru kembali membara sekitar tahun 1990an. Saat ini pendahulu Imperial Palace Hotel membangun hotel baru dan pada tahun 2000 dibukalah Hotel JW Marriott di area Seoul Terminal Bus Ekspress.Pada tahun 2003 di distrik GangSeo, dibukalah Hotel Mayfield dan pada tahun 2005 hotel berbintang enam, Hotel Park Hyatt hadir.

Perkembangan Zaman dan Alur Masa Sosial

Hotel adalah tempat dimana kita mencicipi teknologi baru dalam komunikasi dan konstruksi karena hotel berhubungan lekat dengan masa pembangunan dan industrialisasi kota. Hotel menjadi pusat perhatian sebagai tempat orang-orang kalangan atas Eropa abad ke-19 bersosialisasi.

Hal ini dikarenakan banyaknya social climber dan kapitalis yang bermimpi untuk menaikkan status mereka. Mungkin untuk sekarang bukanlah suatu teknik yang penting, tetapi bisa dianggap melalui hotel-lah esense hi-tech awal bisa direalisasikan seperti menyambungkan semua saluran telepon kamar, adanya kamar mandi di setiap kamar tidur dan juga beroperasinya lift.

Sebagai salah satu gedung besar pertama di Seoul dan dibangun menggunakan batu bata merah, Hotel Chosun pastinya menjadi tempat masuknya peradaban baru. Adanya bak kamar mandi, meja telepon dan wastafel di setiap kamar menjadikan Hotel Chosun sebagai hotel berfasilitas sangat baik.

Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas pemanas, pemadam kebakaran dan tempat parkir.  Restoran Perancis pertama ‘Palm Court’ menyajikan makanan Perancis yang dimasak dengan benar sehingga menarik kekaguman dari para orang asing. Dan juga, sebagai gedung bergaya yang memiliki lift pertama di Korea. Pada saat itu orang-orang menyebut lift tersebut  kereta vertikal.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *