close

Pulau Pari, Dulu Anak Tiri Kini Bak Bidadari

pulau-pari-kepulauan-seribu-8
Sunrise indah ini, tak bisa kalian dapatkan di Jakarta [Image: dzulfikaralala.com]

Travel Blog Reservasi – Banyak pesona alam yang bisa kalian jelajahi. Tak perlu jauh-jauh ke Raja Ampat atau ke Pantai Iboih di Aceh untuk menikmati sekeping surga bawah laut. Sebagai permulaan kalian bisa berkunjung ke Pulau Pari, salah satu pulau indah di Kepulauan Seribu. Pulau ini lebih kecil dari pulau Tidung, tapi keindahannya bisa disandingkan.

Popularitas Pulau Pari seiring semakin dikenal oleh para traveler terutama dari Jakarta dan Bandung. Pulau Pari kerap ramai saat weekend terutama di musim kemarau. Wajar, karena untuk mencapai pulau Pari, kalian harus menyebrang selama kurang lebih dua jam lamanya dari Dermaga Muara Angke. Lebih singkat 30 menit dibandingkan durasi perjalanan ke Pulau Tidung.

Dermaga Pulau Pari Kepulauan Seribu [Image: dzulfikaralala.com]
Dermaga Pulau Pari Kepulauan Seribu [Image: dzulfikaralala.com]

Pulau Pari tidak memiliki jembatan Cinta, namun pulau Pari memiliki sejuta pesona yang tak cukup ditelusuri dalam sehari. Minimal kalian harus berada di pulau Pari selama dua hingga tiga hari untuk menjelajahi hingga sudut pulau Pari. Yang menarik,di salah satu pantai pulau Pari, kalian dapat dengan mudah menemukan bintang-bintang laut di pesisir.

Cukup nikmati dan jangan pindahkan mereka. Jika ingin diangkat, jangan biarkan mereka meronta terlalu lama tanpa air. Kembalikan lagi mereka di tempat asalnya kalian mengambil karena bintang laut tak bisa berbicara. Kalian tak akan mengerti bahasa mereka. Entah mungkin mereka ingin menepi, atau kembali tenggelam ke dasar lautan.

Bintang laut di pantai Kresek Pulau Pari [Image: dzulfikaralala.com]
Bintang laut di pantai Kresek Pulau Pari [Image: dzulfikaralala.com]

Dulu, hampir tak ada kapal penumpang yang sudi membuang sauh di Pulau Pari. Namun kini, hampir dua kali sehari kapal penumpang hilir mudik dari dan menuju pulau Pari. Pemberangkatan paling awal berada di Dermaga Muara Angke pukul 7 pagi. Jangan sampai terlambat, karena kalian akan ditinggal jika muatan penumpang sudah penuh dan matahari telah naik. Jika ingin lebih cepat, kalian bisa berangkat dari Dermaga Marina Ancol. Meski, harus membayar ongkos berkali lipat.

Pamor Pulau Tidung memang membuat pemuda di Pulau Pari tak tinggal diam. Mereka akhirnya pun berinisiatif mempromosikan Pulau Pari sebagai salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Seribu. Memang, tidak ada hotel di Pulau Pari, semua penginapan berbentuk homestay. Tapi, tak perlu khawatir karena semua nyaman dan beragam. Kalian bisa memilih yang tanpa AC atau dengan AC. Range harga penyewaan home stay permalam sekitar Rp 450 ribu hingga Rp. 500 ribu.

Kapal Nelayan di sekitar Dermaga Angke [Image: dzulfikaralala.com]
Kapal Nelayan di sekitar Dermaga Angke [Image: dzulfikaralala.com]

Salah satu yang unik di pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu ini, semua pengguna motor tak pernah melepaskan kunci dari lubang stater motornya. Mereka tak khawatir bahwa motor mereka akan dicuri. Lagi pula kemana motor akan dilarikan. Semua transportasi bergantung pada kapal-kapal yang hilir mudik ke Jakarta. Membawa sandang dan pangan. Bahkan jika perlu, bahan-bahan bangunan pun didatangkan langsung dari Jakarta demi pembangunan infrastruktur pariwisata Pulau Pari.

Pulau Pari sangat ramah pada backpacker. Kalian bisa mendirikan tenda di Pantai Perawan. Hanya saja, pantang untuk membuang sampah sembarangan. Salah satu problema di kepulauan kecil yang belum memiliki tempat pengolahan sampah. Ini yang perlu dipikirkan warga dan pemerintah. Sialnya saat musim hujan seperti ini, Pulau Pari akan mendapat kiriman sampah dari Jakarta. Kontras sekali dengan pantai landai nan bersih serta airnya yang masih jernih. Jika beruntung, kalian akan bertemu dengan lumba-lumba yang bermain di lautan.

Susana Kapal Penumpang menuju Pulau Pari dan Pulau Tidung [Image: dzulfikaralala.com]
Susana kapal penumpang menuju Pulau Pari dan Pulau Tidung [Image: dzulfikaralala.com]

Kegiatan utama yang bisa dilakukan di Pulau Pari adalah bersepeda (sewa Rp 10 rb/hari) dan trekking dari ujung pantai ke pantai yang lain. Untuk melihat sunrise, kalian tinggal bersepeda ke bukit matahari. Sedangkan untuk melihat sunset kalian tinggal mengejar senja ke dermaga LIPI. Benar, pulau Pari ini merupakan salah satu pusat penelitian oceanografi. Letaknya berada di sebelah barat Pulau Pari. Jika home stay sedang padat, penginapan LIPI pun terkadang digunakan untuk menampung wisatawan yang datang. Benar, home stay yang terbatas akan menyulitkan kalian jika tidak reservasi di awal sebelum keberangkatan.

Mayoritas mata pencaharian penduduk pulau Pari merupakan nelayan. Kini, pada akhir pekan mereka memilih menjadi pemandu wisata. Menunjukkan jalan pada mereka yang butuh piknik. Melepas penat dan jenuh setelah seminggu bekerja di Jakarta. Pulau Pari akan menjadi pelepas tekanan, meskipun hanya beberapa hari. Namun, dijamin kalian akan segar kembali dengan semangat empat lima kembali ke Jakarta. Agar, suatu saat bisa bercanda dan memendam rindu di Pantai Perawan Pulau Pari.

Selamat datang di Pulau Pari Kep. Seribu [Image: dzulfikaralala.com]
Selamat datang di Pulau Pari Kep. Seribu [Image: dzulfikaralala.com]

Wisatawan yang datang ke Pulau Pari diwajibkan untuk melakukan reklamasi. Biasanya pada hari terakhir, para pemandu yang juga warga Pulau Pari sudah menyiapkan bibit pohon bakau untuk ditanam. Meskipun pantai Pulau Pari sangat landai dan memanjang hingga 50 meter ke tebing laut, ancaman abrasi tetap ada. Buktinya, lambat laut dermaga LIPI terkikis ombak dan rapuh. Saatnya kalian juga peduli untuk menjaga ekosistem Pulau Pari sehingga akan terus menjadi destinasi wisata yang menawan.

Sebentar, pertunjukan utama belum mulai. Kalian akan dimanjakan dengan pesona karang bawah laut pulau pari. Para pemandu wisata akan mengajak kalian mengunjungi spot snorkeling yang tidak terlalu dalam. Jika bisa free diving, kalian bisa mengeksplorasi keindahan bawah laut Pulau Pari. Jika beruntung, kalian yang memiliki lisence diving juga bisa merasakan pesona bawah laut Pulau Pari yang menawan. Kunjungi juga Pulau Tikus yang tak berpenghuni. Pohon-pohon mati di sekitar Pulau Tikus akan menjadi objek foto yang mengagumkan.

Bukit matahari, menanti sunrise pagi-pagi [Image: dzulfikaralala.com]
Bukit matahari, menanti sunrise pagi-pagi [Image: dzulfikaralala.com]

Pastikan kalian datang ke Pulau Pari pada musim yang tepat. Pasalnya saat musim hujan dan arus dalam, kalian tidak akan bisa berlama-lama menikmati pesona bawah laut pulau Pari. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Pulau Pari adalah sekitar bulan April hingga sebelum September, saat musim pergantian dari hujan ke kemarau.

Wajib hukumnya bagi kalian yang akan mengunjungi pulau Pari dengan membawa sejumlah senjata narsis seperti kamera DSLR dan tentu saja action camera underwater. Siapkan housing waterproof agar kalian bisa menujukkan pesona bawah laut pulau Pari. Sebagai informasi, ada baiknya kalian juga membawa buku bekas layak baca. Karena anak-anak di Pulau Pari ini juga membutuhkan akses pendidikan meski sudah tersedia sekolah terbuka. Ada salah satu sudut taman bacaan yang siap menerima buku-buku sumbangan kalian. Tak ada salahnya kan, wisata sambil melakukan kegiatan sosial?

Kapan kalian ke sini? Yakin gak mau ke sini? [Image: dzulfikaralala.com]
Kapan kalian ke sini? Yakin gak mau ke sini? [Image: dzulfikaralala.com]

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Tags : Kepulauan SeribuPantaiWisata Air

Leave a Response