close

Para Ahli Bilang Milenial Suka Traveling Karena Mereka Tak Mampu Beli Rumah

terbang saat liburan (2)
shutterstock

Travel Blog Reservasi – Tak sedikit industri yang menggambarkan bahwa betapa susahnya membeli sebuah rumah sehingga memaksa generasi millennials. Meskipun ada beberapa yang mampu membeli rumah, tapi hampir sekitar setengahnya masih mengandalkan bantuan dari orang tua untuk membayarkan DP-nya.

Donna Jeavons, Direktur Sales dan Marketing Contiki yang membidangi spesialiasi traveling milenial, megatakan bahwa perusahaan telah melihat tren peningkatan di kalangan anak muda yang menghabiskan uangnya untuk traveling, seperti dilansir dari TheIndependent (7/12).

Tren tersebut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sekitar rata-rata 10 persen. Hampir semua client Contiki yang berusia 18-35 tahun menghabiskan uang mereka untuk traveling karena tidak memiliki kesempatan untuk menabung dalam jangka waktu dekat.

“Saya pikir urgensi membeli rumah sudah tidak ada lagi” tutur Jeavons pada TheIndependent. Biaya membeli rumah kini sudah terlampau mahal bagi anak anak muda masa kini. Bagi mereka, menabung seperti sebuah latihan yang sia-sia.

“Sebaliknya, justru para millenials masa kini malah berinvestasi pada pengalaman dibandingkan berinvestasi membeli rumah” tambahnya.

Pendapat serupa diamini oleh Chris Townsown, Direktur Uniworld yang akan meluncurkan “millennial cruise” pada bulan April 2018 mendatang.

“Kepemilikan rumah sudah menjadi diluar jangkauan generasi millennial saat ini dalam fase kehidupan mereka, jadi kami melihat investasi masa depan ada pada bidang traveling dan pengalaman hidup yang sedang tren saat ini.” tuturnya.

“Dengan biaya kepemilikan rumah yang mahal bagi anak anak muda, akhirnya uang yang mereka miliki dinvestasikan pada pengalaman traveling yang lebih mengesankan” tambahnya.

Tren traveling di kalangan generasi millennials meningkat dari tahun ke tahun sehingga membuat beberapa sektor pariwisata mengubah strategi mereka dalam memanjakan konsumen yang lebih muda.

Marriott salah satu hotel ternama bahkan mulai meluncurkan produk baru, The Moxy. The Moxy menyediakan sebuah kamar hotel yang ditujukan bagi konsumen millennials. Uniknya kamarnya tidak dilengkapi dengan meja, telepon, atau lemari, melainkan memiliki skor yang lebih baik soal konektivitas internet dan desain interior yang instagrammable sejak tahun 2015.

Beberapa perusahaan lain pun tak ketinggalan meluncurkan beberapa produk khusus untuk menargetkan konsumen yang menyasar generasi millennials. Misalnya seperti Air France yang meluncurkan Joon. Beberapa orang menganggap layanan tersebut malah mirip sebuah club dibandingkan pesawat terbang.

Tak ketinggalan juga, Richard Bransons meluncurkan Virgin Voyages, layanan khusus orang dewasa, yang fokus dalam dunia pelayaran yang akan memulai debutnya pada tahun 2020 mendatang.

Saat ini generasi millennials lebih mudah diterima meskipun mereka belum memiliki rumah, kendaraan atau pekerjaan yang tetap. Mereka lebih diterima jika mereka memilih untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak dari traveling dan juga mendapatkan pengalaman baru lainnya.

Tren ini hampir merata terjadi di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Bahkan beberapa anak muda yang sudah mapan di Eropa dan Amerika malah menjual atau menyewakan properti mereka sebagai salah satu cara untuk mendapatkan tambahan dana untuk traveling.

Generasi millennials saat ini lebih mementingkan bagaimana caranya agar mereka bisa traveling dan juga bisa mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka dengan sesuatu hal yang unik dan baru.

generasi millennials memilih untuk menginvestasikan uang mereka pada sesuatu hal yang bersifat upgrading diri dan menambah pengalaman baru. Bahkan perubahan pola gaya hidup generasi millennials pun amat terasa dengan makin berkembangnya beberapa pusat kesehatan dan kebugaran yang menawarkan berbagai macam program. Ditambah juga dengan paket-paket program makanan sehat yang diburu oleh kalangan millennials.

Tags : traveling

Leave a Response