Mengenal Daerah Asal 7 Sapi Kurban Unggulan - Reservasi Travel Blog

Mengenal Daerah Asal 7 Sapi Kurban Unggulan

Travel Inspirations102
Mengenal Daerah Asal 7 Sapi Kurban Unggulan shutterstock

Travel Blog Reservasi – Salah satu yang tak pernah luput saat Idul Adha 2017 adalah melihat bobot, berat dan jenis Sapi Kurban yang akan dipotong. Beberapa sapi kurban ada yang berasal dari daerah Indonesia tapi ada juga yang merupakan keturunan dari negara lain yang dibudidayakan di tanah air.

Selain sapi kurban, bisa juga diganti dengan binatang ternak lain seperti unta, kambing, domba ataupun kambing biasa.

Di Jakarta biasanya lebih banyak pedagang kambing dibandingkan dengan domba. Sebaliknya di daerah Bandung dan Jawa Barat, lebih banyak pedagang domba dibandingkan dengan kambing.

Sapi kurban masih tetap menjadi pilihan untuk keluarga yang kebetulan ingin sama-sama berkurban. Keuntungannya memilih sapi kurban karena bisa dihitung untuk tujuh orang. Berbeda dengan kambing atau domba yang hanya dihitung untuk satu orang saja.

Lalu, pernahkah kamu bertanya darimana asal sapi kurban unggulan yang kerap kali menjadi langganan untuk dikurbankan pada hari raya Idul Adha?

Berikut ulasanya seperti dihimpun dari berbagai sumber oleh Reservasi.com pada Kamis (31/8/2017).

1. Sapi Limousin asal Prancis

sapi kurban
shutterstock

Sapi Limousin ternyata awalnya berasal dari Prancis. Prancis dikenal sebagai salah satu pusat mode di dunia. Terlebih Menara Eiffel di Paris, Prancis pun masuk sebagai salah satu tempat wisata romantis seperti halnya Taj Mahal di India.

Sapi limousin biasanya dipilih oleh orang-orang berduit dan memiliki kedudukan terpandang sebagai sapi kurbannya. Wajar jika sapi Limousin ini harganya bisa ditukar dengan sebuah mobil.

Tak heran jika sapi Limousin ini termasuk jenis sapi yang dipilih oleh Presiden Jokowi pada saat Idul Adha 2016. Berat Sapi Limousin Jokowi mencapai 950 kilogram. Sapi limousin Jokowi dipotong di Masjid Istiqlal Jakarta.

Pada Idul Adha 2017, Presiden Jokowi kembali memilih Sapi Limousin seberat 1.3 ton yang akan dipotong di Bangka Belitung. Sapi tersebut disebut-sebut seharaga Rp110 juta.

Para peternak memilih sapi Limousin karena jenis sapi ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan daya tahan tubuhnya kuat terhadap serangan penyakit.

2. Sapi Simmental asal Swiss

sapi kurban
shutterstock

Sapi Simmental dengan ciri utama berkepala putih dengan warna tubuh cokelat ini ternyata berasal dari Swiss, tepatnya daerah Simme sehingga dinanakan Simmental. Namun peternak populer menyebutnya dengan Sapi Mental.

Sapi Simmental dewasa yang sudah berusia dua tahun lebih bisa mencapai berat mulai dari 800 kilogam hingga lebih dari 1 ton. Sapi Simmental termasuk sapi potong yang waktu pemeliharaannya singkat sehingga dipilih oleh peternak sebagai sapi kurban unggulan.

Swiss memiliki tempat wisata yang populer di kalangan pendaki gunung karena jajaran pegunungan Alpen yang kerap menjadi tujuan para pendaki dari seluruh dunia. Bahkan baru-baru ini Swiss baru saja meresmikan jembatan gantung terpanjang di dunia.

3. Sapi Brahman asal India

sapi kurban
shutterstock

Sapi Brahman sudah dapat ditebak dari namanya sendiri. Sapi dengan punuk menonjol ini berasal dari India dari keturunan Zebu. Sebelum masuk ke Indonesia, sapi Brahman sudah pernah “traveling” ke Amerika untuk dikembangkan dan ditingkatkan mutunya sehingga memiliki tubuh yang berisi.

Kesuksesan Amerika dalam meingkatkan mutu Sapi Brahman dari India ini kemudian membuat Amerika mengekspor kembali ke negara-negara lain hingga sampai ke Australia. Sapi Brahman baru menjejakkan kaki di Indonesia pada tahun 1974.

Sapi Brahman dipilih sebagai salah satu sapi unggulan karena presentasi karakasnya bisa mencapai 45 persen dengan perawatan yang tidak terlalu selektif terutama urusan pakan.

Seperti kamu ketahui, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di India seperti Taj Mahal yang terkenal sebagai wisata paling romantis di dunia.

Di negara inilah kamu bisa menyaksikan langsung induk dan nenek moyang sapi Brahman yang sesungguhnya. Sapi-sapi di India dianggap suci.

5. Sapi Ongole asal India

sapi kurban
shutterstock

Sapi Ongole masih ada hubungan saudara dengan Sapi Brahman yang memiliki ciri berpunuk tinggi seperti punuk unta. Bedanya, Sapi Ongole punya bobot yang lebih rendah dan lebih pendek dibandingkan dengan Sapi Brahman.

Sebenarnya Sapi Ongole lebih banyak digunakan sebagai sapi-sapi untuk membajak sawah. Sapi Ongole merupakan sapi tipe pekerja seperti halnya sapi Limousin sebelum terkenal sebagai salah satu sapi kurban unggulan.

Salah satu ciri khas Sapi Ongole dapat dikenal dari warnanya. Sapi Ongole umumnya berwarna putih, namun ada juga yang berwarna putih keabu-abuan. Punuknya tinggi dan beratnya bisa mencapai 600 kilogram.

Sapi Ongole lebih banyak dibudidayakan oleh para peternak sapi di Pulau Sumba. Beberapa peternak di pulau Jawa pun memiliki jenis sapi PO yang merupakan peranakan antara Sapi Ongole dan Sapi Jawa.

6. Sapi Bali asal Indonesia

sapi kurban
shutterstock

Sapi Bali merupakan jenis sapi yang mirip seperti banteng. Sapi Bali termasuk jenis sapi potong. Jika ingin melihat habitat aslinya, kamu bisa traveling ke Taman Baluran di Banyuwangi.

Sapi-sapi Bali ini hidup bebas seperti layaknya hewan liar di Taman Baluran Banyuwangi dengan banteng dan satwa lainnya.

Sapi Bali memiliki ciri khas berwarna cokelat dengan warna kaki putih dan memiliki tanduk pendek seperti banteng.

Seperti halnya di India, Sapi merupakan salah satu hewan yang disucikan di Bali.

Daerah Indonesia timur kerap melepasliarkan sapi-sapi ternaknya tanpa dipelihara di kandang. Sehingga sapi-sapinya memiliki tubuh kekar, gemuk dan bebas stress karena kerap jalan-jalan menikmati habitatnya yang masih alami.

7. Sapi Belgian Blue asal Belgia

sapi kurban
shutterstock

Sapi Belgian Blue termasuk sapi kurban unggulan yang sempat viral pada Idul Adha 2016. Sapi dari negara cokelat ini memang sangat fenomenal.

Tubunya bergelambir dengan daging tapi kekar. Otot-ototnya terlihat seperti layaknya seorang binaragawan. Tak heran jika Sapi Belgian Blue ini akhirnya dikembangkan di Indonesia belakangan ini.

Dalam waktu dua tahun, Sapi kurban Belgian Blue ini bisa mencapai bobot hingga 1.5 ton, jauh lebih berat dibandingkan dengan Sapi Limousin sekalipun.

Sapi Belgian Blue merupakan hasil persilangan antara sapi Belgia dengan sapi jenis Shorthorn dari Inggris. Sapi ini di negara asalnya termasuk sapi organik yang tidak mengonsumsi obat-obatan kimiawi. Pakannya berupa konsentrat dan tidak terlalu banyak diberi rumput.

Karakasnya diperkirakan sekitar 82 persen sehingga wajar jika Sapi Belgian Blue ini akan menjadi sapi kurban unggulan pada tahun kurban mendatang.

Nah, ngomong-ngomong soal Belgia, negara ini punya banyak tempat wisata menarik. Dengan menggunakan Visa Schengen Eropa, kamu sudah bisa keliling Belgia sendiri seperti menikmati makan malam di resto Dinner in The Sky, sambil memandang Atomium, menara yang berada di Brusel.

Mau mengunjungi daerah asal sapi kurban unggulan seperti daftar yang sudah disebutkan? Cek deh promo tiket pesawat di Reservasi.com untuk mendapatkan diskon potongan harga terbaik.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *