Berkunjung ke Masjidil Haram, Jangan Lewatkan 7 Tempat Bersejarah Ini

Berkunjung ke Masjidil Haram, Jangan Lewatkan 7 Tempat Bersejarah Ini

Travel Destinations74
Berkunjung ke Masjidil Haram, Jangan Lewatkan 7 Tempat Bersejarah Ini Ahmad Faizal Yahya/shutterstock

Travel Blog Reservasi – Masjidil Haram tak hanya menjadi ikon kota Mekah, tapi sekaligus simbol peradaban umat dan agama Islam. Masjid ini nyaris tak pernah sepi. Setiap hari selalu ada jamaah yang mengisi saf demi saf, baik pengunjung biasa atau mereka yang sedang menunaikan ibadah umroh. Apalagi saat musim haji, jamaah dari seluruh penjuru dunia tumpah ruah di sini.

Baca Perlu Tahu! Dilarang Berfoto di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Sebagai tempat yang menyimpan nilai historis, ada tujuh situs bersejarah yang berada di kawasan Masjidil Haram. Para jamaah biasa mengunjunginya setelah selesai menunaikan ibadah. Beberapa situs juga dibuka untuk pengunjung umum lho! Yuk, simak satu per satu seperti dihimpun oleh Reservasi.com!

Ka’bah

Masjidil Haram identik dengan bangunan berbentuk kubus di tengahnya yang bernama Ka’bah. Bangunan ini juga yang menjadi kiblat atau petunjuk arah shalat bagi seluruh umat Islam di dunia. Maka inilah keunikan Masjidil Haram dibanding masjid lain, para jamaah yang shalat di sini tidak membentuk garis sejajar ke satu arah tertentu. Tapi berbaris melingkari Ka’bah sebagai kiblat.

larangan berfoto
shutterstock

Hajar Aswad

Di salah satu sudut Ka’bah terdapat batu hitam yang menjadi incaran para jamaah Masjidil Haram. Batu bernama Hajar Aswad ini letaknya cukup tinggi sehingga tidak semua orang berhasil menyentuhnya. Umat Islam meyakini Hajar Aswad diturunkan langsung dari surga, sehingga banyak yang ingin menyentuh atau menciumnya langsung sembari memanjatkan doa.

Hijr Ismail

Selain batu Hajar Aswad, ada satu titik di sisi Ka’bah yang juga menjadi incaran para jamaah. Di area ini terdapat tembok kecil berbentuk setengah lingkaran yang diyakini sebagai tempat tinggal keluarga Nabi Ibrahim AS pada masa silam.

Banyak jamaah yang berebut ingin shalat dan berdzikir di area ini, karena luasnya tidak seberapa sehingga daya tampungnya pun minim. Mereka percaya bahwa beribadah di sekitar Hijr Ismail sama rasanya seperti menunaikan shalat di dalam Ka’bah.

Makam Nabi Ibrahim AS

Tak jauh dari Ka’bah ada satu monumen bersejarah berupa batu besar yang di atasnya terdapat jejak kaki. Ukuran jejak kainya pun tak kalah besar, diyakini masyarakat sebagai petilasan Nabi Ibrahim. Batu ini dilindungi dinding kaca di sekitarnya.

Orang-orang menyebutnya sebagai Makam Ibrahim, tapi tidak secara harfiah. Bukan jasad Nabi Ibrahim yang dimakamkan di sini, namun hanya sebagai tanda petilasan saat beliau tengah menyebarluaskan ajaran Tauhid, atau kepercayaan kepada Tuhan.

Sumur Zamzam

Selama menunaikan ibadah haji dan umroh, para jamaah bisa menikmati air minum yang tersedia di seluruh penjuru Masjidil Haram secara cuma-cuma. Air ini adalah air zamzam, yang dikenal dunia sebagai air ajaib. Sumur zamzam sendiri berada di lantai dasar Masjidil Haram, dipagari teralis logam berwarna perunggu.

air zamzam
shutterstock

Bukit Safa dan Marwah

Salah satu tahapan dalam ibadah haji adalah sa’i, yaitu berjalan bolak-balik dari bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Jarak antar bukit ini sekitar 400 meter, jadi total perjalanannya lebih dari 5 kilometer.

Kedua bukit ini menjadi saksi sejarah bagaimana Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, berjalan bolak-balik mencari sumber air untuk putranya. Di tengah perjalanannya itu, muncullah air zamzam dari dalam tanah tandus setelah bayi Ismail menghentak-hentakkan kakinya.

Rukun Yamani

Ada satu lagi sisi Ka’bah yang dianggap bersejarah oleh umat Islam. Berada sejajar dengan Hajar Aswad, sisi ini dinamai Rukun Yamani. Penamaan ini sesuai dengan letak salah satu siku Ka’bah yang menghadap ke negara Yaman.

Biasanya para jamaah haji yang sedang melakukan tawaf, atau berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, berusaha menyempatkan diri menyentuh Rukun Yamani. Hal ini lebih mudah dilakukan ketimbang menyentuh Hajar Aswad yang lokasinya lebih tinggi.

Bagi kamu yang pernah mengunjungi Masjidil Haram, sudahkah mampir ke tujuh tempat bersejarah di atas?

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Dian Arthasalina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *