Logo Kampanye Pariwisata Malaysia Dikritik, Kenapa? - Reservasi Travel Blog

Logo Kampanye Pariwisata Malaysia Dikritik, Kenapa?

Travel News1.3K
Logo Kampanye Pariwisata Malaysia Dikritik, Kenapa?

Travel Blog Reservasi – Logo kampanye pariwisata Malaysia atau Logo Visit Malaysia 2020 akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terlihat pada tanda #VisitMalaysia 2020 yang menjadi topik populer Selasa (30/01).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari BBC pada Selasa (30/1/2018), logo baru dengan tagline “Travel. Enjoy. Respect” tersebut menuai kecaman di media sosial.

Warganet mengkritik ukuran font yang tidak sama dan ilustrasi bergaya retro di logo yang menampilkan orang utan dan kura-kura yang berkacamata dan tersenyum.

Tak hanya dikritik oleh warganet, namun Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri angkat bicara dan melalui Twitter ia menulis, “Banyak anak muda yang berbakat. Design yang jauh lebih baik. Dengar keluhan mereka, jangan abaikan.”

Setidaknya hampir 8.000 warga Malaysia dilaporkan telah menandatangani sebuah petisi online yang menyerukan agar logo tersebut disingkirkan.

Salah satu pengguna Facebook menyampaikan pendapatannya adalah Napee Nasir yang mengatakan dirinya memang bukan perancang profesional namun melihat banyak yang salah dengan logo kampanye yang dipakai pemerintah.

Ia dan banyak warga lain di Malaysia mengatakan corak logo ini ketinggalan zaman. Menurut Nasir, ukuran huruf tidak seragam, paduan warna secara keseluruhan tidak serasi dan fotonya seperti gaya 1980-an.

Warga Malaysia lainnya, Hadi Salleh, mengatakan harus ada yang dimintai pertanggungjawaban. Ini sangat memalukan.

Selain mengecam, banyak juga yang mengajukan logo alternatif.

Meski dianggap jelek, namun menurut Menteri Pariwisata Malaysia, tidak akan ada perubahan pada logo tersebut. Nazri Aziz mengatakan bahwa logo dirancang oleh tim internal Kementerian Pariwisata dan ia memercayai rancangan mereka.

Nazri berpendapat bahwa kritik merupakan sesuatu yang normal.

“Saya tidak bisa memasang sebuah logo yang serius. Ini soal pariwisata dan seharusnya terkait dengan hal-hal menyenangkan,” tutur Nazri pada New Straits Times.

Nazri Aziz menjelaskan bahwa logo ini sangat mencerminkan Malaysia.

Menara Kembar Petronas dimasukkan ke dalam logo karena gedung ini adalah yang paling banyak di foto oleh para wisatawan, kata Aziz kepada media Malaysia, The Star. World Tourism Organisation

Orang utan dan kura-kura adalah simbol Malaysia. Menurut “Jika kita tidak memasukkan binatang ini ke logo, negara lain akan mengklaim mereka,” katanya.

Soal orang utan dan kura-kura yang memakai kacamata, Aziz menjelaskan bahwa ini untuk mengirim pesan bahwa banyak sinar matahari di Malaysia.

Adapun tagline “Travel. Enjoy. Respect” diambil dari kampanye yang diluncurkan pada Agustus 2017, yang meminta wisatawan untuk menghormati “alam dan budaya” dari negara yang mereka kunjungi.

Pemerintah Malaysia berharap program khusus yang diluncurkan ini bisa mendorong masuknya 36 juta wisatawan pada 2020.

Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Thailand menduduki tempat teratas dengan kunjungan turis sekitar 37 juta orang per tahun, diikuti oleh Malaysia dengan sekitar 26 juta orang per tahun.

Singapura di posisi tiga dan Indonesia di posisi empat yang mematok target mendatangkan wisatawan mancanegara 15 juta orang pada 2017.

Kalau menurut kamu bagaimana apakah kamu setuju dengan pendapat warganet yang lain yang mengatakan jika logo kampanye pariwisata Malaysia ini jelek?

Kamu ingin liburan, namun bingung destinasi wisata yang indah dan menarik di mana? Baca rekomendasi tempat wisata menarik di dalam negeri maupun luar negeri di Blog Reservasi.com

Setelah mendapatkan destinasi liburannya, jangan lupa pesan hotel dan tiket pesawatnya di Reservasi.com

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Gardena Puteri Ayudila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *