7 Kuliner Khas Sunda yang Masih Bertahan dari Gempuran Junk Food - Reservasi Travel Blog

7 Kuliner Khas Sunda yang Masih Bertahan dari Gempuran Junk Food

Travel Destinations272
7 Kuliner Khas Sunda yang Masih Bertahan dari Gempuran Junk Food shutterstock

Travel Blog Reservasi – Serbuan kuliner dari barat membuat kuliner khas Sunda terancam punah. Padahal kuliner khas tradisional memiliki sejarah dan filosofi yang memiliki arti dalam kehidupan. Untunglah kreasi anak Bandung menyelamatkan kuliner khas Sunda hingga masih bertahan saat ini.

Promo Tiket Pesawat

Meskipun terkadang agak sulit untuk ditemukan di pasar tradisional maupun pasar modern, penjajanya masih bisa ditemukan di beberapa sudut kota. Apa saja daftarnya? Berikut seperti dihimpun oleh Reservasi (25/6/2017)

1. Colenak


Colenak adalah dicocol enak. Dari namanya saja sudah menggoda selera. Colenak ini merupakan kuliner khas Sunda dengan bahan tapai yang dibakar kemudian dicocol dengan gula merah. Dalam perkembangannya Colenak bahkan bisa dipadukan dengan aneka buah seperti durian. Rasanya tentu saja semakin menggugah selera.

2. Peuyeum

Peyeum atau tapai merupakan hasil fementasi dari singkong sehingga memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lembut. Jika berkunjung ke Bandung, kamu bisa memilih peyeum yang belum matang sehingga masih bisa awet untuk buah tangan bagi keluarga di kampung halaman. Selain dari Jawa Barat, tapai yang terkenal enak juga berasal dari Bondowoso, Jawa Timur.

Kini, kuliner ini jadi bahan baku kuliner kekinian seperti cake tapai keju, bolu tapai keju hingga shcotel peyeum.

BacaĀ Angkringan De BlankON Tempat Nongkrong Kekinian di Bandung yang Keren Banget!

3. Surabi


Boleh jadi inilah salah satu makanan khas Bandung yang paling adaptif dengan zaman. Surabi awalnya hanya dijual oleh nenek-nenek dipinggir jalan dengan tungku arang. Kini malah sudah dijajakan di kafe-kafe dengan tampilan dan berbagai varian rasa yang beragam.

4. Comro dan Misro


Rasanya panganan Jawa Barat memang lekat dengan bahan dasar singkong dan umbi-umbian. Seperti Comro dan Misro ini yang berbahan dasar parutan singkong. Yang membedakan adalah isiannya. Comro lebih pedas karena isiannya berupa sambal oncom sedangkan Misro rasanya manis karena diisi dengan gula Jawa.

Lalu apa artinya Comro dan Misro. Ternyata ini sebuah akronim dari bahasa Sunda. Comro adalah Oncom dijero (oncom di dalam) sedangkan Misro adalah amis dijero (manis di dalam).

Klik halaman selanjutnya…

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

dzulfikar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *