close

30 Tahun Berlalu, Ternyata Ada Seorang Kakek Hidup di Chernobyl

Travel Blog Reservasi – Sebuah sekolah taman kanak-kanak di Desa Kopachi masih meninggalkan sisa-sisa kehidupan sebelum ditinggalakan 30 tahun silam. Desa Kopachi merupakan lokasi yang termasuk area terlarang di area Chernobyl, Ukraina. Sebelum tahun 1986, Kopachi merupakan desa yang subur, makmur dan sejahtera. Jumlah populasi penduduknya hampir sekitar 1.114 orang. Lokasinya berada di bagian selatan bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

Kakek yang Hidup di Chernobyl

Kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl merupakan salah satu bencana paling hebat dalam sejarah. Radiasi yang ditimbulkan begitu hebat hingga pemerintah Ukraina harus menghancurkan semua bangunan di area Desa Kopachi, kecuali sebuah taman kanak-kanak yang masih dibiarkan berdiri. Hingga saat ini Desa Kopachi, meskipun sudah ditinggalkan selama puluhan tahun ternyata masih mengandung radiasi yang membahayakan manusia.

Semua Hancur Setelah Ditinggalkan

Lalu bagaimana kondisi Desa Kopachi di Chernobyl setelah hampir 30 tahun ditinggalkan penduduknya? Semua bangunan terlihat rusak dan dipenuhi dengan rumput liar. Tak terawat dan sangat menyedihkan. Namun siapa sangka ternyata ada seorang kakek tua berusia 90 tahun yang tinggal dan hidup di dekat area Chernobyl. Kakek itu bernama Ivan Shamyanok.

Kakek yang Hidup di Chernobyl

Shamyanok hidup sendiria di Desa yang bernama Tulgovichi. Desa ini berdekatan dengan bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Entah bagaimana Shamyanok bisa tinggal disitu hingga kini. Shamyanok berkata bahwa salah satu rahasia awet mudanya adalah tidak meninggalkan tempat kelahirannya.

Ratusan Ribu Orang Mengungsi

Pada bulan April 1986, kerusakan pada reaktor nuklir mengakibatkan kerusakan serius yang menyebarkan radiasi hingga ke beberapa bagian Eropa dalam bentuk asap. Lebih dari 100.000 orang harus meninggalkan tempat kelahirannya secara permanen karena ditetapkan sebagai zona eklusi yang tidak bisa dimasuki sembarangan.

Kakek yang Hidup di Chernobyl

Shamyanok hingga detik ini masih hidup di rumahnya di Desa Tulgovichi. Ia tinggal hanya dengan anjing dan babi peliharaannya. Shamyanok hidup dalam kondisi yang sangat bersahaja. Seperti biasa ia bangun pukul enam pagi dan beraktivitas seperti biasa. Setiap pagi aktivitasnya diisi dengan memanaskan sarapannya kemudian memberi makan binatang peliharaannya yang juga menemaninya sehari-hari.

Hidup Sendirian, Kakek ini tetap sehat.

Istri Shamyanok telah lama meninggal dunia, sementara anak-anaknya pindah dan meninggalkannya sendirian. Begitu juga dengan sanak familinya. Karena tidak satupun yang bersedia kembali ke desa yang kini sudah tak berpenghuni itu, selain Shamyanok.

Kakek yang Hidup di Chernobyl

Shamyanok mengaku tidak ada yang bebeda dari kehidupannya pasca bencana Chernobyl. Ia tetap makan sayuran dari kebunnya sendiri, menanam aneka buah-buahan serta memeliharan banyak binatang ternak seperti sapi, babi, ayam yang menjadi asupan protein serta sumber makanannya selama ini.

Masih suka minum, untuk sekadar memancing selera makan.

Shamyanok merasa tidak sakit sama sekali. Ia sehat dan masih tetap hidup bugar meski usianya kini sudah 90 tahun. Karena usia memang dia meminum beberapa obat, tapi tetap menikmati minuman kegemarannya vodka, sekadar untuk memancing selera makannya saja, tuturnya.

Kakek yang Hidup di Chernobyl
Foto Vasily Fedosenko/Reuters

Ternyata selama ini cucu Shamyanok selalu datang dua kali dalam seminggu. Ia akan memasak serta membersihkan rumah demi kakeknya itu.

Kakek yang Hidup di Chernobyl

Sumber: designyoutrust.com

 

Tags : KisahLuar NegeriUnik

Leave a Response