close

Jadi Trending Topic di Medsos, Yuk Intip Cantiknya Pesona Pulau Penyengat di Riau

shutterstock_672571360-min
Shutterstock

Travel Blog Reservasi – Tagar #pesonapulaupenyengat sedang bergema dan jadi trending topic di media sosial, twitter pada Selasa, (12/09/2017). Hal ini bisa jadi bukti kalau keindahan pariwisata Indonesia nggak cuma ada di Bali, Lombok, Raja Ampat, Yogyakarta, atau Bandung.

Pulau Penyengat
sumber : twitter.com

Untuk kamu ketahui, Pulau Penyengat adalah salah satu pulau kecil yang berada di Kepulauan Riau. Lokasinya berada kurang lebih 2 km dari Kota Tanjungpinang. Untuk bisa ke sana, kamu hanya perlu menyeberang dengan menggunakan perahu motor yang dikenal dengan nama pompong selama kurang lebih 15 menit.

Buat kamu yang suka dengan jenis wisata sejarah, yuk jadikan Pulau Penyengat ini sebagai lokasi traveling selanjutnya! Meski kecil, pulau ini jadi favorit para traveler untuk liburan karena punya banyak pilihan destinasi seru dan punya nilai historis yang menarik buat dikulik lho. Berikut ini ulasannya!

Masjid Sultan Riau

A post shared by Ria S Lubis (@riaseptina) on


Cantik dan megahnya salah satu masjid tertua di Indonesia ini sudah bisa kamu lihat dari gerbang masuk Pulau Penyengat. Warna kuning dan hijau  menyala pada tempat ibadah yang dibangun pada tahun 1803 oleh Sultan Mahmuad  ini memang eye catching banget sih.

Perlu kamu ketahui, Masjid Sultan Riau yang beridiri kokoh ini dibuat dengan material sederhana berupa campuran telur, kapur, pasir, dan tanah liat lho. Unik banget ya.

Selain berwisata religi dan mengagumi kemegahan serta keunikan arsitekturnya, Masjid Sultan Riau juga sering dikunjungi oleh para traveler yang senang mencari informasi sejarah. Salah satu koleksi yang punya bernilai historis tinggi yang ada di sana adalah Alquran yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Istimewanya, mushaf ini ditulis tangan oleh salah seorang pemuda setempat yang dikirim Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu agama pada abad ke-18.

Balai Adat


Selain sejarah, tradisi adat Melayu yang kental juga jadi salah satu daya tarik pariwisata di Pulau Penyengat ini. Oleh karena itu, wajib hukumnya buat kamu untuk mampir ke Balai Adat saat berada di sana.

Balai Adat ini memiliki bentuk bangunan seperti rumah panggung khas Melayu yang terbuat dari kayu. Saat masuk ke bagian dalam Balai Adat, kamu akan disuguhkan dengan kemegahan pelaminan model Melayu yang didominasi oleh ornamen berwarna merah, hijau, dan kuning emas. Spot satu ini bisa dijadikan untuk lokasi berfoto-foto.

Satu hal yang nggak boleh dilupakan ketika berada di Balai Adat ini adalah mampir ke sumur yang airnya masih mengalir deras meski sudah berusia ratusan tahun. Air yang ada di sana sangat jernih dan bisa langsung diminum lho. Warga setempat percaya kalau air yang ada di sumur ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.

Gedung Mesiu

Pulau Penyengat
sumber : wikimapia.org

Tempat ini punya nilai sejarah yang tinggi di masa kejayaan Kerajaan Riau. Gedung ini berfungsi untuk menyimpan bubuk mesiu saat terjadi peperangan sehingga memudahkan para prajurit yang sedag menghadapi musuh.

Sebenarnya ada empat bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan bubuk mesiu. Sayangnya, hanya satu gedung yang masih terjaga dengan baik dan bisa berdiri kokoh hingga saat ini. Sayangnya, kamu nggak bisa masuk ke area dalam gedung. Cukup nikmati catatan sejarah yang ada di sana dari luar saja ya.

Bukit Kursi

sumber : tempat.co.id

Tempat ini memang nggak sepopuler destinasi lain yang ada di Pulau Penyengat. Pasalnya, akses untuk menuju bukit ini memang belum baik dan traveler terpaksa berjalan kaki untuk bisa sampai ke sana. Meski butuh perjuangan untuk bisa menjejakan kaki di Bukit Kursi, hasil yang kamu dapatkan nggak sia-sia kok.

Bukit Kursi dijadikan sebagai benteng pertahanan Kerajaan Riau dari serangan Belanda pada tahun 1782.  Jejak sejarah berupa sisa meriam tua yang berdiri kokoh di sana juga bisa kamu jumpai. Awalnya, jumlah meriam yang ada di benteng ini jumlahnya ada sekitar 90 buah. Sayangnya, saat ini jumlahnya hanya tinggal empat saja.

Komplek Makam


Pulau Penyengat memang benar-benar bisa memuaskan hasrat traveler yang hobi berwisata sejarah. Destinasi yang bisa dikunjungi selanjutnya adalah komplek makam.

Mulai dari komplek Makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman, Makam Raja Hamidah atau Engku Putri, hingga Makam Raja Ali Haji. Raja Ali Haji merupakan salah satu pahlawan nusantara dari Kepulauan Riau yang terkenal akan karya sastranya Gurindam Dua Belas.

Istana Kantor


Istana Kantor adalah istana Raja Ali Yang Dipertuan Muda Riau VIII (1844-1857) atau dijuluki sebagai Marhum Kantor. Bangunan ini dibangun pada tahun 1844. Selain berfungsi sebagai kediaman, bangunan ini juga digunakan oleh Raja Ali sebagai kantor. Sebagian fisik bangunan istana ini memang telah hancur. Tetapi, wajahnya kini kembali terlihat cantik dan megah karena telah dilakukan pemugaran.


Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Tags : Kepulauan RiauRiauWisata Sejarah

Leave a Response