Inilah Kota Terpopuler Kedua di Dunia yang Paling sering Dikunjungi Wisatawan

Travel Inspirations1
Inilah Kota Terpopuler Kedua di Dunia yang Paling sering Dikunjungi Wisatawan

Travel Blog Reservasi – Menurut laporan Euromonitor International yang dirilis pada tanggal 7 November menyebutkan bahwa tahun ini kota Bangkok, Thailand dinobatkan sebagai Kota kedua yang paling sering dikunjungi di dunia setelah Hong Kong.

Dalam daftar “Top 100 City Destinations Ranking 2017” edisi dunia untuk pasar wisata di London menyebutkan bagaimana trend traveling pada masa mendatang sangat bergantung pada kesempatan dan tantangan yang dihadapi oleh sebuah kota, seperti diberitakan Asiaone (11/11/2017).

Peringkat Kota Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan

liburan-di-bangkok01

Bangkok yang dikunjungi hampir sekitar 21.2 juta pengunjung, berhasil mengalahkan London yang dikunjungi sekitar 19.2 juta wisatawan. Berturut-turut diikuti oleh Singapura (16.6 juta), Macau (15.4 juta), Dubai (14.9 juta), Paris (14.4 juta), New York (12.7 juta), Shenzhen (12.6 juta) dan Kuala Lumpur (12.3).

Sayangnya dalam daftar tersebut Indonesia belum masuk dalam jajaran negara yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Menurut laporan tersebut, beberapa kota di Asia mendominasi tujuan wisatawan dunia dan memuncaki ranking wisata dikarenakan meningkatnya kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Bangkok mengalahkan London lagi setelah menyalipnya pada tahun 2015.

Asia Masih Bisa Berjaya dalam Pariwisata

tuk tuk di bangkok

Wouter Geerts, analis wisata senior dari Euromonitor Internasional mengatakan ” Asia Pasifik menjadi wilayah yang menonjol mengubah dalam dunia pariwisata. Kami menduga wilayah tersebut akan terus berkembang dalam beberapa dekade ke depan misalnya Singapura yang menyalip London sebagai kota yang paling sering dikunjungi pada posisi ketiga di dunia pada tahun 2025, memberikan semua podium untuk negara di Asia.”

Sementara itu, beberapa kota di Eropa perkembangannya terhambat oleh zona Euro, krisis para imigran, Brexit dan juga serangan serangan terorisme. Terlepas dari ketidakpastian tersebut, beberapa tujuan wisata di Eropa khususnya Yunani, Italia dan Spanyol, mendapatkan keuntungan dari berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Konflik Menghancurkan Wisata Timur Tengah

Perkembangan beberapa wilayah di Timur Tengah mengalami naik turun yang sangat besar dalam kurun waktu belakangan ini, euromonitor memiliki data yang meramalkan bahwa Timur Tengah akan pulih pada tahun 2017 atau lebih. Tantangan utamanya adalah peperangan dan perebutan perbatasan.

New York salah satu kota di Amerika yang paling sering dikunjungi dan satu-satunya kota di Amerika yang masuk dalam ranking 10 top kota yang paling sering dikunjungi telah merevisi perkiraannya, diperkirakan akan ada penurunan kunjungan hingga 300.000 kunjungan sebagai salah satu skenario terburuk.

Laporan tersebut menyoroti mengapa beberapa kota memiliki performa yang lebih baik dibandingkan kota lainnya begitu juga dengan bagaimana tren yang muncul akan mengubah peta industri wisata dan mengganggu ranking sampai tahun 2025.

Tantangan Bagi Wisata Indonesia

Makanan Khas Bangkok Thailand

Indonesia sebagai salah satu negara yang juga mengharapkan devisa dari dunia wisata harus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan pada tahun berikutnya.

Tantangan tersebut bukan dari dunia luar melainkan dari internal. Salah satunya termasuk tumpang tindih aturan dan juga adaptasi yang lambat terhadap perkembangan digital dunia wisata.

Salah satu contoh terkecil adalah konflik-konflik terjadi dalam dunia transportasi yang menolak kehadiran inovasi transportasi online. Apalagi pemerintah terkesan tidak sigap dan kurang adaptif dalam menghadapi perubahan zaman dalam era distrupsi di masa mendatang.

Daerah-daerah yang membutuhkan ekspos besar harus mulai berinovasi menerima perubahan zaman. Contoh kecil adalah Banyuwangi yang mulai memaksimalkan keberadaan transportasi online sebagai tulang punggung dunia wisata yang sedang naik daun di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.

Harapannya tentu saja langkah tersebut bisa diadopsi di beberapa wilayah yang memungkinkan dan tidak terlalu rawan konflik. Keberadaan transportasi online tidak bisa dimungkiri memiliki banyak peran dan perubahan dalam dunia wisata misalnya seperti naiknya minat terhadap wisata kuliner karena kemudahan memesan secara online.

Baca artikel menarik lainnya tentang Bangkok dari Reservasi.com

Dzulfikar Alala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *