close

Berburu Sunrise Dari Balik Gunung Api Purba Nglanggeran

gunung-api-purba-nglanggeran-sunrise
Credit image dolandolen.com

Travel Blog Reservasi – Pesona Gunung Purba di Yogyakarta ini tidak kalah pesonanya dengan Geo Park di Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Namun, karakternya jika dilihat seklias seperti gunung Karst di Maros, Sulawesi Selatan. Gunung Purba Nglanggeran ini juga memiliki destinasi wisata di bawahnya berupa telaga atau populer dikenal warga Yogyakarta dengan Embungan Nglanggeran.

Gunung Nglanggeran ini diklaim sebagai gunung purba satu-satunya yang berada di Yogyakarta. Gunung purba ini terbentuk karena pembekuan magma yang terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Alamat Gunung Nglanggeran ini berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.

Gunung Api Purba Nglanggeran ternyata memiliki legenda yang sangat menarik. Konon pada zaman dahulu bukit Nglanggeran ini merupakan tempat menghukum warga desa yang ceroboh sehingga merusak wayang. Kata Nglanggeran berasal dari kata nglanggar yang berarti melanggar aturan.

Ceritanya warga Desa Nglanggeran pada saat itu mengundang seorang dalang untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Penduduk Desa Nglanggeran sampai saat ini memang masih melaksakan ritual dan tradisi nenek moyang mereka dengan kuat. Salah satunya adalah tradisi yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen.

Foto kiriman Jay (@jay_ragunanclimberclub) pada

Desa Tandus Yang Kini Berubah Menjadi Desa Wisata

Singkat cerita warga melakukan kecerobohan yang berakibat rusaknya wayang sang dalang. Akibatnya sang Dalang menjadi murka dan marah besar. Konon Dalang tersebut mengutuk warga yang bersalah menjadi sebuah wayang lalu kemudian dibuang ke Bukit Nglanggeran. Itulah asal usul mengapa Gunung Api Purba ini dinamakan Nglanggeran oleh warga sekitar.

Destinasi wisata Gunung Purba Nglanggeran sudah dibuka sejak tahun 1999. Kemudian pada tahun 2008 diambil alih pengelolaannya oleh Badan Pengelola Desa Nglanggeran dengan membangun beberapa infrastuktur untuk menunjang ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Foto kiriman @mastrisiswadi pada

Keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran membuat Desa Nglanggeran bebenah. Akhir 2015 lalu bahkan sudah tersedia Home Stay yang berlokasi di Desa Wisata Nglanggeran. Ada sekitar 80 Homestay dengan daya tampung sekitar 280 orang. Fasilitas ini menjadi sebuah keuntungan untuk kalian yang selalu kerepotan mencari hotel di Yogyakarta, terutama pada saat liburan.

Untuk menyaksikan pemandangan epik Gunung Api Purba Nglanggeran ini dibutuhkan waktu sekitar 60 menit hingga 90 menit saja. Kalian bisa melihat sunrise dan juga sunset dari Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Hanya saja hal itu bisa terjadi jika tidak telalu banyak awan, apalagi jika saat musim hujan berlangsung.

Foto kiriman Lukman Hakim Harahap (@lukmanhrp) pada

Menjaga Tradisi 7 Kepala Keluarga

Salah satu tradisi yang masih dipegang sangat kuat di Dusun Tlogo, Desa Nglanggeran adalah kepercayaan bahwa Desa mereka hanya dapat ditempati oleh tidak lebih dari 7 kepala keluarga. Jika mereka melanggar tradisi nenek moyang mereka, maka dipercaya akan terjadi bala atau hal buruk yang akan menimpa warga Desa Nglanggeran.

Karena tradisi 7 Kelapa Keluarga di Desa Nglanggeran sangat kuat, mau tidak mau untuk keluarga baru, harus pindah atau mencari tempat selain di Desa Nglanggeran. Hal tersebut sangat istimewa karena jika dilihat dari sudut pandang lain, tradisi demikian seperti menjaga ekosistem alam agar tetap seimbang. Terjadinya over populasi memang akan menyebabkan berbagai hal dan dampak akibat yang kadang negatif.

Foto kiriman Deby Novitariani Musa (@debynvtrn) pada

Gunung Api Purba Nglanggeran memang cantik karena merupakan bongkahan batu andesit raksasa sepanjang 800 meter dengan tinggi kurang lebih 300 meter. Kalian juga bisa menikmati malam dan memotret bintang-bintang dari puncak bukit Desa Nglanggeran. Jangan lewatkan pula untuk menikmati keindahan Embung Nglanggeran yang berada di kaki bukit Nglanggeran.

Tiket Masuk Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran

  • Pagi Hari Rp. 7.000,-/orang
  • Malam hari Rp 9.000/orang
  • Wisatawan Asing Rp. 12.000/orang

Foto kiriman etty cahya pertiwi (@ettycahya) pada

Tips dan Panduan Wisata Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

  • Gunakan alas kaki yang nyaman, karena aktifitas kalian akan didominasi dengan jalan kaki.
  • Pergunakan sunblock atau tabir surya saa kalian berkunjung kesini.
  • Best time atau waktu terbaik tentu saja saat fajar dan saat matahari tenggelam. Pastikan kalian tidak melewatkan momen epiknya dari Gunung Api Purba Nglanggeran.
  • Bawa air minum secukupnya karena aktifitas fisik pasti akan menguras cairan tubuh.
  • Jangan lupa bawa gear kamera yang memadai karena medan jalan untuk mencapai bukit Desa Nglanggeran ini meskipun tidak terlalu sulit namun cukup melelahkan bagi mereka yang tidak terbiasa mendaki.
  • Desa Wisata Nglanggeran memiliki beberapa wisata andalan selain Gunung Api Purba, diantaranya adalah Embung/Danau Buatan Nglanggeran dan kebun-kebun buah yang merupakan destinasi baru yang diproyeksikan menjadi argowisata di Desa Nglanggeran.
  • Jangan lewatkan untuk mencoba Durian dan Kelengkeng Desa Nglanggeran.
  • Kalian bisa mencari Homestay di Desa Nglanggeran. Karena kini Desa Nglanggeran merupakan Desa Wisata yang memberikan perbaikan ekonomi bagi warga Desa sekitarnya.

 


Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Tags : GunungGunung Apiwisata alam

Leave a Response