close

Fenomena Backpacker Asing Mengemis di Negara Berkembang

begpacker-(6)
Shutterstock

Travel Blog Reservasi – Backpacking memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tak jarang ada yang berani menjual aset seperti rumah dan kendaraan lalu digunakan untuk biaya keliling dunia. Sayangnya kini malah marak backpacker asing dari barat yang justru mengemis di negara-negara miskin dan berkembang demi mewujudkan mimpi mereka keliling dunia.

Fenomena ini disebut beg-packers seperti diberitakan dari Dailymail pada Rabu (12/4/2017). Anehnya lagi para beg-peckers ini berasal dari negara-negara maju yang memiliki kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan negara-negara yang mereka kunjungi.

backpacer asing mengemis
Seorang turis di Hong Kong (Rama Kulkarni/bservers.france24.com)

Munculnya fenomena seperti ini menjadi pertanyaan bagi sejumlah orang. Bagaimana mungkin seorang backpacker yang memiliki alat-alat traveling mahal sambil membawa kamera keren bisa-bisanya mengemis di jalanan.

Lain hal jika ia melakukan penggalangan dana secara online melalui sebuah situs crowdfunding. Dari kampanye tersebut siapapun bisa menggalang dana untuk kebutuhan traveling atau untuk kebutuhan lain seperti penggalangan donasi untuk korban bencana.

Keberadaan turis asing yang mengemis di jalanan ini kini tengah menjadi perbincangan. Pasalnya secara tidak langsung mereka telah “merampas” hak para pengemis jalanan yang memang benar-benar bertahan untuk hidup dengan cara mengemis. Padahal turis asing ini mengemis untuk membiayai gaya hidup mereka sebagai seorang backpacker.

Maisarah Abu Samah/twitter

Keberadaan turis asing ini kini menjadi lumrah ditemukan di beberapa negara di Asia termasuk Vietnam, Singapura dan Thailand.

Namun demikian ada juga beberapa turis yang sengaja mengurus visa untuk bekerja di Asia. Mereka melakukan kerja apapun asal bisa dapat uang sambil traveling. Setelah tabungan mereka cukup, barulah mereka melanjutkan perjalanan ke negara lain dan begitu seterusnya hingga perjalanan keliling dunianya usai.

Maisarah Abu Samah/twitter

Umumnya para beg-packers ini melakukan berbagai cara, mulai dari ngamen di jalanan hingga menjual kartu pos dari berbagai negara. Beberapa malah terang-terangan memasang papan donasi, demi mewujudkan mimpi mereka keliling dunia.

Solo Traveller/twitter

Menurut Louisa, seorang warga Malaysia yang belajar Ekonomi Politik mengatakan bahwa turis-turis ini sering kali merasa bahwa mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau sembari traveling di tempat-tempat eksotis, seperti dikutip dari France24 (12/4).

Tren yang sama juga terjadi secara online melalui situs crowdfunding. Beberapa backpackers melakukan penggalangan dana demi impiannya berpetualang.

StarTV

Di Indonesia kita mengenal situs penggalangan dana Kitabisa, namun umumnya situs tersebut digunakan untuk menggalang dana bantuan kemanusiaan.

Sementara saat ini ada sebuah situs yang didedikasikan untuk menggalang dana bagi backpacker seperti fundmytravel. Siapapun bisa mengkampanyekan keinginannya untuk berpetualang dengan mendandalkan donasi dari orang lain.

Tags : AsiaBackpacker

Leave a Response