Pantai Parangkusumo dan Legenda Penguasa Laut Kidul

Cerita di Balik Pantai Parangkusumo dan Legenda Penguasa Laut Kidul

Travel News269
Cerita di Balik Pantai Parangkusumo dan Legenda Penguasa Laut Kidul

Travel Blog Reservasi – Biasanya, sebuah pantai terkenal dengan keindahan pasirnya, suasana alam, serta ombaknya yang menantang. Tetapi, lain hanya dengan salah satu pantai di Yogyakarta, yaitu Pantai Parangkusumo yang terkenal dengan legenda atau kisah di baliknya. Pantai Parangkusumo terkenal akan legenda penguasa laut kidul yang telah tersebar luas di masyarakat setempat dan bahkan di luar masyarakat Yogyakarta itu sendiri.

Jika kamu berencana untuk mengunjungi Pantai Parangkusumo, akan lebih menyenangkan kalau jadwal berkunjung kamu diatur bertepatan dengan berlangsungnya ritual unik yang rutin diadakan di pantai ini. Ritual ini dikenal dengan nama Labuhan atau Melasti. Biasanya, ketika ritual ini berlangsung, ada banyak wisatawan atau pengunjung yang tumpah ruah memadati Pantai Parangkusumo.

Salah satu yang membuat pantai ini menjadi istimewa adalah adanya legenda penguasa laut kidul yang telah beredar dan menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat setempat. Hal itu pula yang menjadikan pantai ini ramai pengunjung. Legenda penguasa laut kidul ini sendiri telah hidup di kalangan masyarakat Yogyakarta dan Jawa sejak dahulu kala. Legenda ini menceritakan tentang sosok Ratu Pantai Selatan yang membantu kekuasaan raja-raja Mataram, sejak zaman Panembahan Senopati hingga sekarang ini.

Ritual di Pantai Parangkusumo

Pelaksanaan upacara ritual di Pantai Parangkusumo

Legenda penguasa laut selatan itu pula yang menjadikan Pantai Parangkusumo menjadi disakralkan dan banyak dipakai sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara ritual warisan nenek moyang. Ritual itu lebih sering dilakukan oleh Keraton Yogyakarta atau oleh kelompok masyarakat setempat. Ritual yang biasa diadakan di Pantai Parang Kusumo ini cukup beragam yaitu mulai dari tirakatan, upacara Melasti, semedi, Labuhan dan Labuhan Ageng. Oleh karena itu, pengunjung di Pantai Parangkusumo ini lebih banyak pada hari-hari untuk ritual tertentu yang diyakini sebagai hari yang baik menurut penanggalan Jawa.

Selain kesakralannya, pantai yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta ini diyakini sebagai salah satu pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Mungkin banyak yang meragukannya, tetapi aroma kembang setaman sering dijumpai di Pantai Parangkusumo, dipadu dengan aroma wangi kemenyan bahan sesajen yang dibakar membuat suasana pantai ini cenderung menjadi lebih mistis dan unik.

Suasana sakral akan terlihat lebih menonjol di tempat yang bernama Batu Cinta. Ada banyak taburan kembang setaman dan serangkaian sesajen di sekitar Batu Cinta yang terletak di dalam Puri Cepuri. Puri Cepuri diyakini sebagai lokasi bertemunya Panembahan senopati dengan Ratu Kidul untuk membuat perjanjian. Diceritakan kalau Panembahan Senopati waktu itu sedang duduk bertapa di batu besar di sebelah utara lalu kemudian Ratu Kidul menghampiri dan duduk di batu yang lebih kecil yang berada di sebelah selatan.

(Klik di sini untuk melihat lokasi Pantai Parangkusumo Klik)

Senja di Pantai Parangkusumo

Meskipun membawa suasana mistis, tetapi senja di Pantai Parangkusumo tetap indah dan mengagumkan

Seperti dikisahkan, pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul ini mempunyai rangkaian cerita yang unik dan cukup berpengaruh terhadap hubungan erat antara Keraton Yogyakarta dengan Keraton Bale Sokodhomas yang dipercaya merupakan tempat tinggal Ratu Laut Selatan. Pertemuan mereka diawali ketika Panembahan Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktiannya. Dan ketika sedang melakukan pertapaan, tiba-tiba saja di pantai terjadi badai, pohon-pohon terhempas dan tercabut dari tempatnya berdiri, air laut pun tiba-tiba mendidih hinga ikan-ikan terlempar ke daratan.

Kejadian aneh itu yang membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke permukaan lautan, dan menemui Senopati. Dalam pertemuan mereka, Panembahan Senopati mengungkapkan keinginannya agar dapat memerintah Mataram dan memohon bantuan Ratu Laut Selatan. Sang Ratu yang jatuh cinta, menyanggupi permintaan itu dengan syarat Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul. Senopati pun menyetujuinya dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak.

Perjanjian itu juga yang membuat Keraton Yogyakarta memiliki hubungan erat dengan istana laut selatan. Oleh karena itu juga, seringkali dilaksanakan upacara yang dinamakan dengan Labuhan Alit setiap tahunnya sebagai bentuk persembahan terhadap Ratu Laut Selatan. Salah satu bagian dari prosesi upacara Labuhan Alit sendiri yaitu dengan melakukan penguburan potongan kuku dan rambut serta pakaian Sultan di dalam areal Puri Cepuri.

Ritual di Pantai Parangkusumo

Salah satu rangkaian ritual di Pantai Parangkusumo

Iya, cerita legenda ini menjadi pelengkap serta daya tarik tersendiri bagi Pantai Parangkusumo, apalagi akses menuju pantai ini tidak terlalu susah. Untuk menuju Pantai Parangkusumo, kamu bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor melewati Jalan Parangtritis. Petunjuknya adalah dari Benteng Wetan kamu hanya perlu mengammbil jalan lurus ke arah selatan. Jika kamu menggunakan kendaraan umum, rutenya adalah dari Terminal Giwangan menggunakan bus jurusan Yogyakarta-Parangtritis dengan tarif kurang lebih sekitar Rp15.000. Turun saja di sub terminal Parangtritis.

Pantai Parangkusumo masih masuk ke area Pantai Parangtritis, oleh karena itu biaya masuknya pun satu paket dengan biaya masuk Pantai Parangtritis. Tiket masuknya berkisar kurang lebih sekitar Rp3000 per orang, dan untuk biaya masuk kendaraan, riniciannya adalah sebagai berikut.

  1. Biaya masuk mobil Rp5.000
  2. Biaya parkir motor Rp2.000
  3. Biaya masuk motor Rp1.000
  4. Biaya parkir mobil Rp5.000
  5. Biaya sewa ATV Rp50.000 per 15 menit
  6. Biaya sewa kereta kuda Rp20.000 per satu putaran

Pantai Parangkusumo

Keindahan Pantai Parangkusumo

Fasilitas umum seperti penginapan, toilet, masjid, rumah makan dan beberapa kios yang menjual bebagai macam suvenir maupun pakaian sudah tersedia lengkap di Pantai Parangkusumo. Para penjaga pantai ini juga ada dan selalu siaga dalam menjaga keamanan pengunjung, lho.

Note : Yogyakarta adalah salah satu dari beberapa kota tujuan wisata terbaik yang ada di Indonesia. Mulai dari wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata alam seperti Pantai Parangkusumo ada di Yogyakarta ini. Sementara itu, untuk menuju Kota Yogyakarta, kamu bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta api dari berbagai kota besar di Jawa. Kamu bisa juga menuju Yogyakarta dengan menggunakan pesawat terbang dan mengandalkan promo penerbangan murah ke Yogyakarta baik dari luar negeri atau dari dalam negeri seperti dari Kota Bandung, Jakarta dan Bali.

Featured Image Credit: indonesiaexplorer.net

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *