Pertama Kali Naik Pesawat ke Luar Negeri? Simak 10 Tips Berikut Ini - Reservasi Travel Blog

Pertama Kali Naik Pesawat ke Luar Negeri? Simak 10 Tips Berikut Ini

Travel Tips11.3K
Pertama Kali Naik Pesawat ke Luar Negeri? Simak 10 Tips Berikut Ini

Travel Blog Reservasi – Saat ini, pesawat terbang telah menjadi alat transportasi udara yang dapat menjangkau semua kalangan. Selain pilihan maskapai dan pilihan layanan penerbangan yang beragam, harga tiket pesawat di masa sekarang ini juga cukup terjangkau dan tak jarang bersaing dengan harga bus antarkota maupun kapal laut. Namun masih banyak yang belum paham bagaimana cara naik pesawat pertama kali ke luar negeri.

Kesan eksklusif yang ditawarkan oleh pesawat terbang dalam perjalanan udara tidak pernah luntur. Tidak hanya itu, waktu tempuh yang lebih cepat dan harga tiket yang kompetitif juga menjadi daya tarik dari pesawat terbang. Hal itulah yang kemudian membuat sebagian besar masyarakat baik dari kalangan atas maupun kalangan menengah lebih memilih pesawat untuk memudahkan mobilisasinya khususnya di dalam negeri atau rute domestik.

Baca Informasi Ketentuan Penumpang Infant atau Bayi Pada Tiap Maskapai di Indonesia!

Khususnya di Indonesia, bagi sebagian besar orang, berpergian dengan pesawat ke antar wilayah di Indonesia mungkin merupakan hal biasa. Pasalnya, untuk rute domestik, penumpang tidak memerlukan dokumen khusus seperti paspor dan visa serta peraturan ketat lainnya. Hanya perlu membeli tiket pesawat dengan tujuan tertentu, check-in serta menunjukkan kartu identitas, mengikuti aturan awak kabin, dan menikmati perjalanan udara hingga sampai di kota atau wilayah tujuan di Indonesia.

Bagaimana dengan naik pesawat ke luar negeri? Melakukan perjalanan udara ke luar negeri mungkin sesuatu hal yang baru sekaligus mendebarkan bagi sebagian orang. Kalian perlu ketahui cara naik pesawat pertama kali ke luar negeri dengan baik.

Apakah ini pertama kalinya kalian berpergian ke luar negeri dengan pesawat? Jika ya, kalian tidak perlu khawatir. Pasalnya, proses naik pesawat terbang dengan tujuan domestik maupun internasional kurang lebih sama. Hanya saja, kalian perlu lebih disiplin dan teliti dalam mempersiapkan keberangkatan kalian.

Untuk kalian yang baru pertama kali naik pesawat dengan tujuan internasional atau luar negeri, berikut ini akan diulas 10 tips yang akan berguna bagi kalian. Simak, ya!

1. Persiapkan itinerary ke negara tujuan dengan matang

cara-naik-pesawat-petama-kali-1

Rencana perjalanan atau itinerary merupakan rancangan berisi catatan daftar tempat yang akan kalian kunjungi dan hal-hal yang akan kalian lakukan selama berada di negara tujuan. Itinerary biasanya disesuaikan dengan budget yang kalian miliki dan juga tanggal kepulangan yang tertera di tiket pesawat.

Jika tujuan kalian bepergian ke luar negeri adalah untuk sekolah atau kegiatan akademik, rencanakan dan siapkan dengan matang semua keperluan kalian mulai dari biaya perjalanan, pendaftaran sekolah, tempat tinggal, hingga biaya hidup. Kalian bisa mulai mencari atau menghubungi himpunan atau organisasi mahasiswa Indonesia di negara tujuan kalian untuk mendapatkan informasi lebih banyak.

Selain itu, kalian juga bisa menghubungi agen-agen konsultan pendidikan yang menyediakan informasi seputar pendidikan di negara tujuan kalian.

Baca Pesawat Paling Imut di Dunia Ini Bergambar Hello Kitty!

Sementara itu, jika tujuan kalian bepergian ke luar negeri adalah untuk traveling, tentukan budget dan rajin-rajinlah browsing di intenet mengenai negara tujuan traveling kalian. Kalian disarankan untuk mempelajari kultur dan wilayah negara tujuan kalian terlebih dahulu. Tidak perlu terlalu serius, setidaknya kalian perlu memiliki wawasan awal tentang negara yang akan kalian kunjungi. Hal itu tentunya akan membantu kalian bagaimana cara bersikap dan berkomunikasi dengan warga setempat di negara tujuan. Tentunya, beda negara, beda budaya, kan?

Setelah itu, kalian juga perlu mencari destinasi wisata apa saja yang ada di negara tujuan tersebut, bagaimana transportasinya, dan berapa biaya masuk atau biaya transportasinya. Catat semua informasi yang kalian dapatkan dan sesuaikan dengan budget yang kalian punya.

Tentunya, kalian juga perlu mencari hotel atau penginapan yang di negara tujuan kalian. Carilah penginapan yang sesuai dengan budget kalian. Hal yang terpenting adalah usahakan hotel atau penginapan kalian terletak di pusat kota negara tujuan. Hindari letak hotel atau penginapan yang terletak terlalu jauh atau terlalu pelosok. Selain mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di luar negeri, menginap di hotel atau penginapan yang berada di pinggir atau pusat kota akan memudahkan kalian untuk menuju destinasi wisata.

Jangan ragu-ragu untuk mengunduh peta wisata negara tujuan traveling kalian jika peta tersebut tersedia di internet. Peta ini akan membantu memandu kalian sesampainya kalian di bandara negara tujuan. Mungkin terdengar kuno karena kalian bisa mengandalkan GPS. Tetapi, kalian tidak disarankan untuk “percaya” terhadap GPS sepenuhnya. Selain itu, peta wisata ini juga akan berguna jika kalian tidak memiliki koneksi internet yang cukup selama berada di negara tujuan. Pakai GPS tentunya perlu koneksi internet, kan?

2. Pesan dan periksa tiket pesawat dengan teliti

Pesawat Awan

Saat ini, pesawat terbang adalah alat transportasi yang paling memungkinkan dan efektif untuk bepergian ke luar negeri. Selain itu, berbagai maskapai penerbangan juga berlomba-lomba dalam memberikan promo tiket pesawat baik untuk rute domestik maupun rute internasional. Untuk maskapai tertentu yang bersegmen Low Cost Carrier atau penerbangan berbiaya murah seperti AirAsia, tidak jarang kalian akan menemui promo tiket PP ke Jepang misalnya hanya bertarif sekitar 1 jutaan.

Jika ini pertama kalinya kalian bepergian ke luar negeri, cobalah untuk lebih teliti saat melakukan reservasi tiket pesawat. Pastikan kalian membeli tiket pesawat di travel agent yang terpercaya. Kalian juga bisa langsung membeli tiket pesawat ke negara tujuan di situs resmi maskapainya.

Baca 7 Alasan Mudik dengan Pesawat Lebih Menyenangkan!

Masalah paling krusial yang kerap terjadi pada tiket pesawat adalah kesalahan ejaan nama misalnya saja typo. Sebagai contoh, nama “Rianty” kerap ditulis dengan “Riyanti” atau “Rianti. Pelafalan “Y” sebagai “I” di akhir kata sebenarnya tidak tercatat sebagai struktur asli bahasa Indonesia melainkan merupakan struktur bahasa asing. Tidak mengherankan jika kesalahan tersebut kerap kali terjadi. Bagi pemilik nama, bukan tidak mungkin mereka salah menuliskan atau mengetik ejaan nama mereka sendiri apalagi jika berada dalam kondisi terburu-buru dan tidak teliti.

Tidak hanya typo, kelebihan atau kekurangan huruf pada nama juga bisa berakibat fatal misalnya saja nama “Dewie” yang ditulis menjadi “Dewi”. Terlihat sepele, namun fatal akibatnya bagi penerbangan internasional.

Pasalnya, bagi penerbangan domestik, kesalahan-kesalahan kecil seperti demikian masih dapat ditoleransi, tetapi tidak demikian halnya dengan penerbangan internasional. Kesalahan kecil tersebut dapat membuat kalian terdeportasi dari negara tujuan. Jika nama yang tertera pada tiket tidak sesuai dengan nama yang tertera pada paspor, kalian akan dianggap sebagai dua orang yang berbeda. Satu orang adalah orang bernama sesuai tiket dan satu orang lagi bernama sesuai paspor. Fatal, bukan?

Oleh karena itu, saat mengisi form pembelian tiket pesawat, cek kembali KTP atau Paspor kalian dan pastikan kalian mengetik nama sesuai dengan ejaan yang sama dengan yang tertulis di KTP dan Paspor. Tidak hanya nama, pastikan lagi negara dan bandara tujuan kalian di dalam form sebelum proses pembayaran.

Biasanya, maskapai penerbangan atau online travel agent memang menyediakan layanan untuk koreksi nama. Namun, prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama dan ada juga beberapa maskapai yang tidak menyediakan layanan koreksi nama. Jadi, daripada menyulitkan di kemudian hari, tidak ada salahnya untuk lebih teliti dan cermat dalam hal ini.

Setelah membayar pesanan tiket pesawat, pastikan tiket kalian telah issued dan cek email kalian. Pastikan juga kalian mendapatkan tiket yang berupa E-Ticket yang sah dan dikirim ke email kalian. Simpan E-Ticket tersebut sampai kalian kembali ke tanah air dengan selamat. Jika perlu, cetak atau print E-Ticket tersebut untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu dengan gadget tempat kalian menyimpan E-Ticket.

3. Siapkan paspor dan visa

visa-amerika

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintahan yang berwenang di suatu negara. Paspor berisi data identitas pemegangnya dan digunakan sebagai tanda pengenal atau identitas resmi untuk melakukan perjalanan udara antar negara.

Tidak hanya saat perjalanan udara saja, saat berada di luar negeri, paspor adalah satu-satunya identitas diri yang resmi bagi para turis. Jenis paspor yang paling populer dan paling sering diajukan adalah Paspor Biasa dan E-Paspor yang digunakan untuk perjalanan regular.

Sementara itu, visa adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh sebuah negara kepada seseorang agar diberikan izin memasuki sebuah negara dalam periode waktu dan untuk tujuan tertentu. Negara-negara yang dapat dikeluarkan dan diberikan visanya adalah negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan negara yang mengeluarkan visa.

Baca 5 Tips Agar Pengajuan Visa Kamu Diterima

Misalnya saja, jika kalian akan berkunjung ke Jerman, kalian perlu membuat visa. Antara Jerman dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik sehingga negara dapat membuat dan mengeluarkan visanya. Lain halnya jika kalian ingin berkunjung ke Israel, negara tidak bisa membuat dan mengeluarkan visanya karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel (untuk saat ini).

Ada berbagai jenis visa yaitu di antaranya yang populer adalah Visa Turis (Tourist Visa), Visa Bekerja (Limited Stay Permit/Working Visa), Visa Transit (Transit Visa), dan Visa on Arrival (VoA). Satu jenis visa yang paling populer dan paling sering diajukan adalah Visa Turis yang biasanya diajukan untuk tujuan traveling.

Indonesia mengeluarkan Visa Republik Indonesia dalam bentuk stiker. Stiker visa ini kemudian akan dicantumkan ke dalam paspor pemohon visa. Visa ini memiliki masa berlaku 90 hari sejak tanggal dikeluarkannya visa tersebut.

Paspor merupakan dokumen yang wajib dimiliki bagi kalian yang berencana bepergian ke luar negeri, sedangkan visa merupakan dokumen yang sifatnya tentatif. Pasalnya, saat ini, beberapa negara tercatat sudah membebaskan visa untuk kunjungan dalam jangka waktu tertentu bagi warga negara Indonesia. Untuk wilayah Asia Tenggara, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam adalah beberapa negara yang membebaskan visa bagi warga negara Indonesia dengan jangka waktu kunjungan sekitar 30 hari.

Hal yang terpenting adalah pastikan kalian memiliki paspor. Jika kalian belum memiliki paspor, kalian dapat mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi. Selain itu, tetapkan negara tujuan traveling kalian dan carilah informasi sebanyak-banyaknya di internet mengenai negara tersebut mengenai visa. Apakah negara tersebut masuk ke dalam daftar negara bebas visa bagi warga negara Indonesia atau tidak.

Jika negara tujuan traveling kalian termasuk negara yang belum membebaskan visa bagi warga negara Indonesia, kalian wajib mengurus visa langsung di kedutaan besar negara tujuan kalian.

Baca Lelah Antre Bikin Paspor? Unduh Aplikasi Antrian Paspor Online Sekarang!

Banyak yang berkata bahwa mengurus visa adalah hal yang “gampang-gampang susah”. Ada visa negara tertentu yang mudah didapatkan dan ada juga negara yang sulit didapatkan visanya seperti Amerika Serikat dan Inggris. Ada beberapa ketentuan ketat yang harus diikuti jika ingin berhasil mendapatkan visa negara tersebut misalnya saja kejelasan tujuan berkunjung dan jumlah saldo di rekening tabungan.

Untuk jumlah saldo di rekening tabungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemohon visa memiliki biaya hidup yang mencukupi selama berada di negara tersebut sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Penting bagi kalian untuk mempersiapkan segala sesuatunya jika ingin mengajukan permohonan pembuatan visa. Selamat mencoba!

4. Datang ke bandara 3 jam sebelum waktu keberangkatan

terminal-3-ultimate-bandara-soekarno-hatta-2

Jangan pernah menyepelekan waktu keberangkatan pesawat. Pasalnya, telat 1 menit saja, kalian tentu akan ketinggalan pesawat.

Perhatikan dengan benar dan catat waktu keberangkatan pesawat kalian mulai dari hari hingga jam keberangkatan. Informasi waktu keberangkatan tertera di dalam tiket pesawat. Untuk penerbangan internasional, kalian disarankan untuk sudah hadir di bandara minimal sekitar 3 jam sebelum waktu keberangkatan. Terlalu lama? Sekali lagi, jangan sepelekan waktu keberangkatan.

Baca Ini Hak Penumpang Jika Pesawat Terlambat

Hadir di bandara lebih awal tentunya akan lebih banyak memberikan kalian keuntungan dibandingkan kerugian. Kalian akan terhindar dari kemacetan dan juga tidak akan terburu-buru. Kondisi yang terburu-buru seringkali dapat berakibat fatal. Selain itu, kalian juga tidak akan bisa tenang jika bepergian dalam kondisi terburu-buru.

Terlebih lagi untuk rute penerbangan internasional, proses pengecekan identitas hingga check in bagasi memerlukan waktu yang cukup lama dan cukup ketat. Tidak hanya itu, mencari terminal keberangkatan di bandara juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena luasnya bandara.

Selain itu, boarding gate biasanya akan ditutup 45 menit menjelang keberangkatan. Setelah boarding gate ditutup, dapat dipastikan kalian tidak dapat masuk ke pesawat meskipun pesawat tersebut belum lepas landas.

Lebih baik datang lebih awal daripada terlambat, kan? Next…

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

114 thoughts on “Pertama Kali Naik Pesawat ke Luar Negeri? Simak 10 Tips Berikut Ini

  1. Mau tanya, untuk beli tiket pesawat ke luar negeri butuh pasport gak ya? Maksudnya kalo beli tiket pesawat dulu trus baru setelahnya buat pasport bisa gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *