close

Air Terjun Tama’lulua yang Indah dan Teristimewa dari Jeneponto

air-terjun-tamalula
Sumber gambar: instagram @fadliadisadli

Travel Blog Reservasi – Air terjun Tama’lulua jadi salah satu air terjun teristimewa yang terletak di Desa Ramba, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Air terjun Tama’lulua juga dikenal dengan nama Air terjun Bossolo.

Untuk sampai ke Air terjun Tama’lulua memang terbilang tak mudah, karena kamu harus mendaki dengan kondisi jalan yang terjal dan bebatuan.

Namun saat sampai di air terjun Tama’lulua segala cape dan lelah mu akan terbayarkan dengan indahnya air terjun Tama’lulua ditemani dengan hamparan ladang jagung yang membentang luas.

Akses ke Air Terjun Tama’lulua

Biaya karcis: Rp2.000 untuk pengendara roda dua, Rp5.000 untuk pengendara yang naik mobil

Dari Kota Makasar ke Air Terjun Tama’lulua

Dari kota Makassar ke kota Jeneponto memakan waktu kurang lebih 3 jam. Kamu akan melalui Kabupaten Gowa-Takalar-Jeneponto.

Saat sampai di kota Jeneponto ada patung kuda besar, belok kiri, lalu masuk ke Jalan Kelara. Dari jalan Kelara kamu memerlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke desa Rumbia.

Lalu, dari jalan poros desa Rumbia kamu hanya memerlukan waktu 5 menit untuk sampai tempat parkiran. Untuk sampai ke Air Terjun Tama’lulua, kamu harus trekking sekitar 1 jam lamanya dari tempat parkir.

Tak jauh dari tempat parkir, ada baliho besar yang bertuliskan “Air Terjun Tama’lulua”. Air terjun ini juga dikenal dengan nama Air Terjun Bissolo.

Di sini kamu tak hanya bisa menikmati keindahan Air Terjun Tama’lulua saja, tapi kamu juga bisa melihat gua Bassolo yang lokasinya tak jauh dari Air Terjun.

Baca juga:

 Tips Menuju Air Terjun Tama’lulua

  • Sebaiknya kamu lebih berhati-hati, karena perjalanan ke Air Terjun Tama’lulua berbukit, terjal, serta memiliki sudut kemiringan sekitar 45 derajat.
  • Gunakan sepatu yang nyaman karena perjalanan menuju Air Terjun Tama’lulua cukup berat

Indah, Namun Sedikit Miris

Di balik keindahan Air Terjun Tama’lulua, ternyata objek wisata ini kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Gara-gara hal tersebut, kepala desa dan masyarakatlah yang gotong-royong membangun fasilitas kawasan ini.

Bahkan karena keterbatasan dana, sang kepala desa rela menjual seunit mobilnya untuk pembangunan jalan demi kenyamanan pengunjung. Maka dari itu, untuk pemeliharaan dan kelanjutan pembangunan jalan, pihak desa dan warga menerapkan tiket masuk.

 


Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Tags : Air TerjunWisata Air

Leave a Response