8 Barang Terlarang di Luar Negeri, Jangan Digunakan Saat Liburan Ya!

8 Barang yang Nggak Boleh Kamu Gunakan Saat Berada di Luar Negeri

Travel Tips1.1K
8 Barang yang Nggak Boleh Kamu Gunakan Saat Berada di Luar Negeri

Travel Blog Reservasi – Di setiap negara pasti ada saja aturan aneh yang kadang terasa tidak masuk akal. Misalnya tidak boleh bersiul, tidak boleh memakai sandal jepit, bahkan tidak boleh memakai baju warna kuning. Bukan tidak mungkin lho orang yang melanggar akan mendapat sanksi atau hukuman.

Sebagai seorang traveler yang bijak, kamu pun tentu harus menaati juga ketentuan tersebut. Oleh sebab itu, perlu bagi kita mencatat hal-hal kecil namun penting seperti daftar barang terlarang di luar negeri.

Selain menghargai aturan yang dibuat, hal ini pun bisa mencegah kita dari masalah yang membuat suasana liburan berantakan.

Berikut ini adalah barang-barang yang nggak boleh digunakan ketika kamu berada di luar negeri.

Baca Hei Backpacker Pemula, Haram Meninggalkan 6 Barang Ini Saat Traveling!

1. Baju Training

Meski sedang traveling, jogging di pagi hari tetap harus dilakukan agar tubuh senantiasa bugar. Oleh sebab itu, kamu perlu membawa serta baju training ke dalam koper.

Namun, kalau tujuan liburanmu adalah Burundi, Afrika, sebaiknya masukan kembali pakaian tersebut di lemari. Sebab, bagi warga di sana aktivitas ini merupakan tindakan ajakan perang.

Inilah alasan presiden negara tersebut melarang jogging pagi untuk menghentikan konflik antar-suku di Burundi.

2. Pakaian Warna Kuning

Barang terlarang di luar negeri selanjutnya adalah pakaian berwarna kuning. Jangan sekali pun menggunakan ini saat di Malaysia ya.

Pemerintah Negeri Jiran melarangnya sebab warna kuning merupakan simbol dari aksi protes. Siapa pun yang melanggarnya pasti akan ditangkap dan dimasukan ke dalam tahanan. Wah, ngeri juga ya!

3. Benda Bernuansa Militer

Beberapa orang ada yang senang memakai barang bernuansa militer. Mulai dari pakaian, tas, dompet, dan lain sebagainya. Namun, jangan sampai kamu gunakan benda tersebut ketika berada di Barbados, Jamaica.

Hanya tentara asli yang diperbolehkan menggunakannya. Jadi, jangan sampai penduduk sipil biasa seperti kita menggunakannya agar tidak berurusan dengan polisi di sana.

4. Sandal Jepit

Sandal jepit jadi barang terlarang di luar negeri berikutnya. Ketika traveling ke Pulau Capri, Italia, jangan pernah gunakan alas kaki ini ya. Sebab, bagi penduduk setempat benda tersebut cukup berisik dan sangat mengganggu.

5. Aplikasi Taksi Online

Di Colombia, menggunakan aplikasi taksi online sangatlah dilarang. Untuk membuat orang percaya kamu tidak memakai layanan transportasi ini, kamu harus selalu duduk di samping supirnya. Jika duduk di belakang, siap-siap diberhentikan polisi dan membayar denda sebesar $39. Nggak cuma itu, supirnya juga bakal disita mobilnya lho.

6. Peluit

Kamu bisa didenda sampai $250 kalau ketahuan membawa atau meniupkan peluit di Petrolia, Ontaroio. Barang terlarang di luar negeri ini dianggap dapat menyebabkan polusi suara yang mengganggu masyarakat.

7. Istana Pasir

Di ibukota Ereclea, dekat Venice, Italia, kamu dilarang untuk membuat istana pasir dan bermain bola. Alasannya cukup sederhana. Pengelola ingin pengunjung dapat menikmati suasana santai di pantai dengan nyaman.

8. Kantong Plastik

Benda terlarang di luar negeri

Beberapa negara sebenarnya sudah membuat aturan ini demi menjaga lingkungan. Namun, sepertinya belum ada yang membuat ketentuan seketat Kenya.

Di Kenya, larangan kepemilikan kantong plastik sangatlah keras. Siapa saa yang ketahuan memilikinya harus membayar denda ke pemerintah. Uang yang dikeluarkan jumlahnya cukup besar yaitu $38.000.

Berencana liburan ke luar negeri dalam waktu dekat ini? Pastikan ketahui budaya dan aturan destinasi tujuanmu sebelum berangkat ya. Hal ini dilakukan supaya liburanmu jadi lebih aman, kamu pun akan merasa terus aman.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Firstrianisa Gustiawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *