close

5 Tradisi Bulan Syawal di Indonesia yang Fenomenal

shutterstock_657376726-min
shutterstock

Travel Blog Reservasi – Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak suku, etnis, dan kepercayaan, nggak heran deh kalau Indonesia punya beragam tradisi yang unik.

Acara budaya ini masih bertahan sejak dulu hingga sekarang lho. Kegiatan satu ini juga bisa lho jadi cara untuk menarik kunjungan traveler asing ke Indonesia.

Acara budaya Nusantara yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini adalah Tradisi Bulan Syawal. Biasanya, setelah bulan Ramadan atau beberapa hari setelah Lebaran sejumlah daerah di Indonesia mengadakan kegiatan tersebut.

Kamu yang masih punya jatah libur Idul Fitri, sempatkan waktu yuk untuk traveling dan menyaksikan tradisi bulan Syawal di Indonesia berikut ini.

Baca Cara Salat di Kendaraan Saat Perjalanan Mudik

1. Sesaji Rewanda, Semarang

A post shared by Agis Yayana (@agisyayana) on


Ritual Sesaji Rewanda ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT serta mengenang napak tilas perjuangan Sunan Kalijaga untuk membangun Masjid Demak. Tradisi bulan Syawal di Indonesia ini biasanya diadakan pada hari ketiga setelah Idul Fitri.

Para warga akan membawa gunungan yang berisi sego kethek (nasi monyet), buah-buahan, hasil bumi, lepet, dan ketupat dari Kampung Kandri ke Goa Kreo. Replika kayu jati tiang Masjid Demak juga akan diarak dalam acara ini. Ratusan penari dan pemusik tradisional pun akan memeriahkan acara ini.

Gunungan hasil bumi akan diberikan pada kera ekor panjang yang menghuni Goa Kreo. Sementara sisanya akan jadi rebutan para peserta upacara ini. Inilah yang jadi daya tarik utama acara ini.

Baca 5 Film Keren yang Akan Tayang Selama Libur Lebaran 2017

2. Njimbungan, Klaten

A post shared by yanu eko prastyo (@yanubobz) on


Tradisi bulan Syawal di Indonesia berikutnya ada di daerah Klaten. Para warga lebih mengenal acara ini sebagai acara Njimbungan.

Kegiatan yang dilakukan saat Njimbungan berlangsung adalah arak-arakan gunungan ketupat dan hasil bumi di Bukit Sidogora, Krakitan Bayat, Klaten. Nantinya gunungan ketupat dan hasil bumi ini akan dibagikan ke seluruh peserta yang mengikuti acara ini.

Walaupun terlihat ricuh saat prosesi pembagian ini, sebenarnya ritual ini tetap berlangsung dengan aman kok. Tradisi ini peninggalan Keraton Surakarta yang digelar enam hari setelah Lebaran.

Baca 5 Tips Rencanakan Traveling Hemat Supaya Cicilan Tidak Bengkak Setelah Mudik Lebaran

3. Grebeg Syawal, Solo


Grebeg Syawal ini diselenggarakan sebagai puncak perayaan Idul Fitri. Tradisi bulan Syawal di Indonesia hadir karena jadi wujud rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT serta kebahagiaan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di Ramadan.

Pada acara tersebut, ratusan abdi dalem Keraton Kasunan Surakarta akan membawa dua gunungan menuju Masjid Agung Surakarta. Gunungan tersebut nantinya akan didoakan para sesepuh kraton untuk kemudian diperebutkan para warga. Grebeg Syawal di Solo diadakan pada hari kedua setelah Idul Fitri.

4. Grebeg Syawal, Yogyakarta


Walau nama dan konsep acaranya sama dengan di Solo, ada perbedaan yang bisa kamu temukan di Grebeg Syawal versi Yogyakarta.

Bedanya bisa kamu lihat dari waktu penyelenggaraannya. Grebeg Syawal Yogyakarta dilaksanakan pada hari pertama bulan Syawal tepatnya saat Lebaran berlangsung atau setelah salat Id. Tradisi ini merupakan wujud kedermawanan sultan kepada rakyat Yogyakarta.

Pada Grebeg Syawal ini, gunungan hasil bumi akan diarak dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Agung Kauman. Setelah itu, gunungan tersebut akan jadi rebutan warga. Mereka percaya, aneka hasil bumi di gunungan tersebut mampu membawa keberuntungan karena telah didoakan saat ritual berlangsung.

Baca 8 Cara Hemat Listrik Saat Rumah Ditinggal Mudik Lebaran

5. Syawalan, Pekalongan

Berbeda dengan yang daerah lain yang nenyediakan gunungan hasil bumi, daerah Pekalongan justru menghadirkan lopis raksasa. Tradisi bernama Syawalan ini dilakukan di daerah Krapyak.

Alasan dipilihnya lopis adalah karena makanan berbahan beras ketan ini dapat menjadi simbol persatuan yang erat. Nantinya, lopis tersebut akan dipotong-potong untuk kemudian dibagikan ke seluruh warga Pekalongan.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Tags : Lebarantradisi lebaran

Leave a Response