5 Kuliner Murah dan Enak di Yogyakarta Wajib Kamu Coba!

5 Kuliner Murah, Merakyat, Tetapi Enak di Yogyakarta!

Travel Destinations1.1K
5 Kuliner Murah, Merakyat, Tetapi Enak di Yogyakarta!

Travel Blog Reservasi – Yogyakarta sekarang ini berubah menjadi salah satu destinasi Liburan Murah yang diminati para penyuka jalan – jalan. Selain karena makin banyaknya promo tiket pesawat murah ke Yogyakarta, memang sejak dulu kota ini adalah tempat yang menyenangkan untuk berburu kuliner murah enak di Yogyakarta.

Jadi, Yogyakarta menjadi destinasi favorit berlibur bukan karena ada banyak promo tiket pesawat ya. Nah, kira – kira ini dia 5 Kuliner Murah, Merakyat, Tetapi Enak Di Yogyakarta yang bisa jadi referensi teman – teman traveler sekalian yang mungkin sedang berlibur ke Yogyakarta.

1. Kalimilk, yang Bikin Traveling Makin Bersemangat

kalimilk-yang-bikin-traveling-makin-bersemangat

Traveling tapi tetap hidup sehat? Tentusaja bisa! Berliburlah ke Yogyakarta! Di kota ini tidak hanya coffee shop saja yang bertebaran. Kedai susu murni juga kian menjamur di berbagai sudut Yogyakarta. Salah satu yang cukup populer dikenal dengan nama Kalimilk. Uniknya para pelanggan Kalimilk ini punya panggilan unik. Mereka disebut “Neneners” Karena berasal dari kata ‘nenen’ yang berarti menyusu.

Kalimilk menjadi begitu terkenal karean merupakan pionir kedai susu di Yogyakarta. Kalimilk menjadi unik karena menawarkan susu murni bermacam rasa dengan porsi reguler juga porsi gajah atau porsi jumbo. Untuk varian rasa yang tersedia adalah rasa susu durian, cokelat, green tea dan cookies yang super enak. Tak hanya susu saja, Kalimilk juga menyediakan aneka snack seperti sandwich, sosis bakar dan juga kentang goreng. Kalimilk ini berlokasi di Jalan Kaliurang KM 4,9, Yogyakarta.

2. Cobalah Makan di Gudeg Pawon, Salah Satu Pionir Gudeg Yogyakarta Sejak Tahun 1958

cobalah-makan-di-gudeg-pawon-salah-satu-pionir-gudeg-yogyakarta-sejak-tahun-1958

Liburan Ke Yogyakarta tanpa mencoba makan gudegnya liburan akan terasa hampa. Memang dengan identitasnya sebagai Kota Gudeg, teman – teman traveler akan mudah sekali menemukan warung yang menjual gudeg. Namun untuk yang suka dengan gudeg asli Yogyakarta, mungkin teman – teman traveler perlu mencoba yang namanya Gudeg Pawon.

Gudeg Pawon ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1958. Cukup lama mereka telah melayani para pelanggannya di dapurnya langsung. Iya mereka enggak menjual di resto yang menarik atau semacamnya, tetapi mereka langsung menjual gudeg di dapurnya atau yang dalam bahasa Jawa juga disebut ‘pawon’. Ini juga merupakan alasan, kenapa mereka dikenal sebagai Gudeg Pawon.

Karena biasa buka di malam hari, Gudeg Pawon ini cocok untuk yang kelaparan di malam hari karena. Mereka buka mulai jam 10 malam. Pun begitu, Gudeg Pawon tidak pernah sepi, dan selalu penuh diserbu pelanggan setianya. Apalagi gudegnya berporsi besar dengan lauk ayam dan telur yang lezat. Dilengkapi segelas teh hangat akan membuat suasana kuliner di Yogyakarta akan lebih mengesankan. Lokasi Gudeg Pawon ini berada di Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta.

3. Sate Klathak Pak Pong Membuatmu Ketagihan

sate-klathak-pak-pong-membuatmu-ketagihan

Buat teman – teman traveler yang suka dengan masakan sate kambing, berarti kalian harus menjajal yang namanya Sate Klathak. Salah satu yang terkenal dan ikut meramaikan dunia kuliner di Yogyakarta adalah Sate Klathak Pak Pong. Sate Klathak Pak Pong ini sedikit berbeda dari sate kambing lainnya.

Kalau biasanya cara memasak sate adalah dengan dilumuri banyak bumbu terlebih dahulu sebelum dibakar, sate klathak khas Pak Pong ini dibakar dengan hanya menggunakan merica dan garam saja. Pun, dengan kesederhanaan bumbu tadi malah membuat Sate Klathak memiliki cita rasa yang khas, nikmat juga enak di lidah. Sate Klathak memang terkenal unik, karena tidak menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu, tapi malah menggunakan jeruji besi!

Disebutkan, kalau penggunaan jeruji besi ini sebagai tusuk sate akan membuat kematangan daging lebih merata. Wajar saja sih, besi kan penghantar panas yang baik kan? Selain itu dikatakan juga kalai ini adalah aksi peduli lingkungan karena bisa tusuk sate dari jeruji besi bisa digunakan berkali-kali. Kalau kalian ingin mencoba sate klathak, mungkin bisa mencoba mampir ke Jalan Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

4. Kedai Rakjat Djelata, Menunya Merakyat, Tetapi Begitu Lezat

kedai-rakjat-djelata-menunya-merakyat-tetapi-begitu-lezat

Namanya memang agak unik, Kedai Rakjat Djelata. Dari namanya sendiri pasti sudah terbayang kalau salah satu tempat kuliner asik di Yogyakarta ini bakal mengusung konsep tempo dulu. Kalau enggak percaya coba deh, masuk dan memesan beberapa menunya. Teman – teman traveler akan dibawa ke suasana masa jadul tempo dulu. Ditambah dengan hiasan sepeda onthel di dalam ruangan juga peralatan makan yang terbuat dari seng dengan motif khas. Semua terkesan nostalgic!

Tak hanya dekorasi dan peralatan makannya, menu makanan yang disediakan pun tak kalah jadul. Di Kedai Rakjat Djelata teman – teman traveler bisa menemukan makanan dan minuman yang mungkin sebelumnya hanya akan kalian dengar dari cerita kakek – nenek. Misalnya seperti minuman teh oewoeh dan es kembang desa.

Hampir semua menu disini diolah dan disajikan dengan suasana tempo lalu. Seperti misalnya penyajian roti bakar dan pisang bakar disini tidak disajikan dengan topping keju atau susu seperti biasa. Kedai Rakjat Djelata membuatnya lebih menarik dan spesial dengan menyajikan makanan tadi dengan dengan lelehan saus gula Jawa. Menarik kan? Lebih menarik lagi kalau teman – teman merasakan sendiri aroma tempo dulu di kedai Rakjat Jelata yang beralamat di Jalan Dr. Soetomo 54, Yogyakarta.

5. Angkringan Lik Man, Dengan Kopi Uniknya Juga Tempat Nongkrong Yang Seru di Yogyakarta!

angkringan-lik-man-dengan-kopi-uniknya-juga-tempat-nongkrong-yang-seru-di-yogyakarta

Angkringan merupakan salah satu istilah yang sudah menjamur di Yogyakarta. Buat sebagian besar penduduk Yogyakarta yang beberapa adalah mahasiswa, Angkringan ini adalah warung sederhana yang menyajikan makanan murah – meriah. Pun murah, makanan tadi masih bisa membuat perut kenyang. Contoh makanan di Angkringan adalah nasi kucing dan beragam gorengan.

Selain itu, dimata pelanggannya Angkringan ini menawarkan suasana kehangatan mengobrol ala ‘rakyat biasa’ dengan suasana santai. Biasanya sih kalau ngobrol di angkringan yang dibahas bermacam – macam. Mulai dari  beragam topik mulai dari sepak bola sampai politik negara. Akibat keberadaan angkringan ini, menjelang malam Yogyakarta malah semakin hidup. Karena malam hari adalah waktu mulai digelarnya banyak lapak angkringan di jalanan Yogyakarta.

Dari sebagian besar angkringan yang ada di Yogyakarta, Angkringan Lik Man adalah salah satu jawaranya. Semua itu karena Angkringan Lik Man punya satu menu istimewa, yaitu Kopi Joss. Cara penyajian Kopi Joss ini tidak biasa dengan dengan bongkahan arang panas yang masih merah membara dimasukkan ke dalam kopi.

Dengan tambahan arang panas yang dicelupkan ke dalam kopi, akan membuat Kopi Joss memiliki cita rasa dan aroma khas yang menyenangkan jika dibanding dengan jenis kopi yang lain. Kalau kalian memang pecinta kopi, berarti wajib mencicipi Kopi Joss ala Lik Man ini ketika sedang liburan ke Yogyakarta. Angkringan Lik Man bisa ditemukan dengan mudah di Jalan Wongsodirjan (berada di sebelah Stasiun Tugu), Yogyakarta.

Note : Yogyakarta adalah salah satu dari beberapa kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Mulai dari wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner seperti tulisan 5 Kuliner Murah, Merakyat, Tetapi Enak Di Yogyakarta! ini. Sementara itu untuk menuju kota Yogyakarta bisa dicapai dengan kereta api dari berbagai kota besar di Jawa. Atau bisa juga dilakukan dengan penerbangan murah ke Yogyakarta baik dari luar negeri atau dalam negeri seperti Bandung, Jakarta dan Bali.

Kemanapun tujuan liburanmu, cari tiket pesawat dan reservasi hotel hanya di Reservasi.com. Download aplikasi Reservasi di Andorid dan iPhone untuk mendapatkan diskon khusus dan harga ekslusif.

Reservasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *